Gak Nanam, Gak Asyik

Gak Nanam, Gak Asyikai???, menjadi slogan yang telah melekat di diri Afriyati (50) dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari sebagai penggerak masyarakat (Community Organizer/CO). Perempuan yang akrab disapa Nindin (Uni Indin) ini merupakan salah satu champion perempuan dari Nagari Aie Tajun Kec. Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Usaha Kecil ai???Himpunan Perempuan Mandiri Padang Pariamanai??? (Jarpuk HIPPMA). Hobinya yang suka menanam bisa dibuktikan dengan lahan pekarangan rumahnya yang tampak hijau, penuh dengan berbagai jenis tanaman yang ia tanam sendiri.

Nindin berbagi pengalaman tentang pemanfaatan pekarangan untuk kesehatan perempuan dan ketangguhan keluarga melalui kegiatan kampanye perempuan potensial yang difasilitasi oleh LP2M di Radio Mora Sumbar 101,8 FM Kota Padang. Nindin memanfaatkan pekarangannya untuk ditanami berbagai jenis tanaman sayur, buah, umbi, obat-obatan dan bunga. ai???Ada kangkung, terong, singkong, ubi jalar, pepaya, sirih, serai, jahe, lengkuas, serai wangi, kunyit putih dan masih banyak lagiai???, ungkapnya ketika ditanya tentang jenis tanaman yang ada di pekarangannya. Nindin memiliki 110 jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan alami. Pada kesempatan ini, Nindin juga berbagi informasi tentang cara membuat ramuan obat dengan bahan utama kunyit putih yang bisa digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit kanker.

Perempuan yang juga merupakan ketua Kelompok Perempuan Usaha Kecil (KPUK) ai???Permataai??? (Perempuan Mandiri Aie Tajun) di Nagari Aie Tajun ini memproduksi minyak serai wangi dan dendeng pucuk ubi (daun singkong) sebagai produk usahanya. Bahan utama pembuatan produk ini berasal dari tanaman pekarangan. Produknya ia pasarkan melalui pertemuan-pertemuan yang ia hadiri hingga ikut serta di berbagai pameran. Nindin mengungkapkan bahwa tanaman pekarangan selain sebagai sumber gizi dan kesehatan keluarga juga bisa sebagai sumber ekonomi keluarga. Tak perlu membeli, Nindin justru bisa menjual dan memperoleh pendapatan dari tanaman pekarangannya.

Nindin sangat peduli terhadap lingkungan. Selain memilih untuk bertanam secara organik, Nindin juga memanfaatkan kembali barang bekas dan kantong plastik sebagai Pot atau polybag tanamannya. Tak sendiri, Nindin mendapatkan dukungan dari suaminya yang juga hobi bertanam. ai???Saya yang menanam, Suami yang memasukkan tanah ke dalam polybagai???, ungkapnya sambil tersenyum. Nindin dan suami memang kompak. Pupuk organik untuk tanamannya pun mereka buat bersama. Hal ini pun terlihat kala suami Nindin menjemputnya usai siaran radio petang itu.

Radio Mora – Sabtu, 26 Agustus 2017.