Evaluasi Diri (Self Evaluation) – Junaiti

spar5

Yang saya rasakan setelah atau semenjak mengikuti Sekolah Perempuan Akar Rumput di mulai dari penilaian belajar (membuat peta dan analisa tabel) yaitu saya menyadari bahwa kita penting mengetahui batas daerah kita sendiri, dan kalau orang lain bertanya daerah kita, kita sudah dapat untuk menjawab dan tidak canggung untuk menjawab. Pengetahuan yang saya dapat, yaitu dapat membuat dan mengetahui peta di daerah saya sendiri. Disini saya akan lebih memperhatikan kembali peta daerah saya maupun daerah orang lain.

Materi kedua yang saya pelajari adalah manajemen keuangan keluarga, disini saya menyadari pengelolaan keuangan keluarga perlu dikontrol dengan baik untuk bisa mencukupi kebutuhan yang akan datang. Pengetahuan yang syaa dapat, saya dapat mengetahui bagaimana mengatur keuangan keluarga dengan baik, saya akan lebih teliti dalam mengontrol keluarga. Keterampilan ini sangat berguna bagi saya, sehingga dapat diajarkan kepada anak-anak saya setelah berkeluarga nantinya.

Materi ketiga yaitu pengelolaan dan pengembangan jiwa kewirausahaan disini saya mengyadari bahwa pentingnya untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, sangatlah penting ibu rumah tangga seperti saya untuk menambah penghasilan dan tidak mengharapkan uang dari suami saya saja. Disini saya belajar untuk memantapkan jiwa kewirausahaan, sebelumnya saya sudah membuka usaha sendiri. Keterampilan yang saya dapat yaitu dapat lebih mantap lagi dalam berwirausaha.

Materi keempat yaitu globalisasi ekonomi, saya mendapat menyadari bahwa global ekonomi sengat berpengaruh terhadap keuangan keluarga. Dimana orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin. Pada Sekolah Perempuan Akar Rumput ini, saya dapat mengatasi yaitu saya dapat mengelpola keuangan dengan benar dan jiwa wirausaha. Sikap yang harus ditekankan adalah saya harus berpandai-pandai dan memilah-milah mana yang harus dan mana yang baik untuk itu. Keterampilan yang kita dapat adalah harus ditingkatkan lagi.

Selanjutnya materi kelima yaitu komunikasi dalam keluarga. Saya sangat menyadari komunikasi itu penting untuk menjalin rasa harmonis dan rukun. Disini tanpa komunikasi keluarga akan hancur. Untuk itu saya mempelajari bagaimana cara berkomunikasi dengan keluarga dengan baik.

Pada materi keenam adalah gender, saya sadar bahwa pentingnya memperhatikan lingkungan, sosial, dan budaya sekitar. Disini saya mendapatkan ilmu bagaimana caranya bermasyarakat dengan baik dan lebih memperhatikan lingkungan sendiri.

Materi yang ketujuh adalah perempuan penggerak masyarakat, bahwa ilmu yang kita dapat harus kita bagi-bagi dengan orang lain supaya ilmu yang kita dapat berkembang. Pengetahuan yang kita dapat berkembang dan kita lebih memperbaiki apa yang terjadi disekitarnya.

Materi yang terakhir yaitu praktek memfalisitasi, ini sangat penting dalam hidup. Segala sesuatu yang dipelajari seharusnya harus dipraktekkan supaya ilmu yang kita dapat tidak lupa.

Evaluasi Diri (Self Evaluation) – Ermayetti

spar8

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga selawat dan salam tersimpah kepada Rasullullah keluarganya, para sahabat dan orang yang mengikuti jejaknya, menghimbau kepada setia wanita untuk hidup bahagia dengan agamanya merasa memang dengan karunianya dan bergembira dengan berbagai nikmat yang telah dimilikinya.

Terlebih dahulu kami mengucapkan terima kasih banyak atas keahdiran LP2M di Nagari kami yang kami cintai ini yang telah mendirikan sekolah perempuan dan membuka jalan untuk kaum wanita yang diberi nama : Sekolah Perempuan Akar Rumput, yang terletak di Nagari Koto Tinggi, murid terdiri dari daerah parit malintang, pasa dama dan koto tinggi. Dengan jumlah anggota 14 orang ditambah 4 fasilitator satu kepala sekolah. Tempat sekolahnya dikantor wali nagai koto tinggi yang diresmikan tepat tanggal 9 agustus 2015 yang dihadiri pada waktu itu peresmian sekolah ini camat enam lingkung, bamus koto tinggi, ninik mamak, wali nagari 3 anagari, LP2M dari kota padang dan anggota.

Sebagai wanita saya meras bangga dengan adanya sekolah perempuan ini. Disini kita banyak dapat pengalaman tentang lingkungan, sosial, politik, budaya, kesehatan, dan keadilan yang selama ini terabaikan/ menerima apa adanya. Bersikap optimis, sekalipun anda berada dalam badai, kami tidak punya pasangan dianggap remeh oleh masyarakat. Itu yang terjadi pada diri kami. Padahal kami idak terlintas untuk mengganggu rumah tangga orang walau walau kami hidup pas-pas an. Tiada kata yang paling indah di ucapkan selain terima kasih banyak yang telah memberikan pelajaran buat bekal kita bermasyarakat nanti, baik dari segi kebutuhan belajar, waktu luang untuk memberi pelajaran buat kami, dan lain-lainnya.

Awalnya kami malu untuk mengungkapkan perasaan kami disini dimuka umum selah olah merobek dada kami sendiri, takut dicemooh orang dan dicibirkan orang. Setelah belajar disini terasa ada perubahan pandangan yang tadi kita hanyamenutup diri sekarang lebih terbuka dengan belajar disini. Fasilitator jeli sekali untuk menggali potensi dalam diri kami, sesulit apapun persoalannya yang ada pada anggota, bisa dipecahkan/dicairkan. Bahasanya mudah dicerna oleh anggota sehingga anggota tidak malu untuk mengungkapkan perasaannya. Ini perubahan yang terjadi pada diri kami untuk memperbaiki diri kami dengan sendirinya sudah berani berbicara di depan kelompok, walaupun banyak kesalahan, kami sadar akan perubahan pada diri kami. Topik pertama kami belajar adalah menajemen keuangan keluarga. Dengan adanya pelajaran ini ada perubahan tentan gkeuangan yang selama ini kita abaikan. Kalau habis ya sudah, artinya sekarang kita bisa mana yang dibutuhkan itu yang dikeluarkan. Kita harus punya planing kalau dapat jangan besar pasak dari tiang.

Topik yang kedua pengembangan jiwa kewirasuahaan. Kita harus jeli mleihat peluang yang dibutuhkan masyarakat. Kita harus punya motivasi/karakteristik wirausaha: berjiwa mandiri, pekerja keras, disiplin, percaya diri, kreatif, jujur dan dipercaya, selalu ingin maju. Seorang pengusaha skala mikro akan menjadi ujung tombak bagi maju tidaknya usaha. Seorang moderator pernah menyatakan: tidak pernah ada istilah gagal, yang ada hanya sukses yang tertunda atau belajar. Gagal adalah sukses yang tertunda.

Topik yang ke empat globalisasi ekonomi terhadap keluarga. Yang saya rasakan terhadap keluarga banyak sekali tapi kita harus bisa memilih dan memilah mana yang penting dalam keluarga atau mana yang hanya kebutuhan pelengkap. Contoh: anak-anak kita belikan dia henpon karena kami bekerja diluar rumah, supaya kita gampang berkomunikasi/melacak mereka atau memantau mereka dimana dia berada. Kami memasukkan mereka kesekolah yang banyak belajar agama tata krama, supaya  punya iman di dadanya. Kami memberikan kepercayaan kepada mereka sambil di awasi kami berangkat pagi pulang malam yang tinggal dirumah hanya nenek dan kakek. Kami memberikan fasilitas mereka untuk mereka dewasa, makanya setelah tamat SLTP, tidak semua permintaaan yang sesuai dengan keuangan kita, mata ini sengang melihat yang indah-indah, karena cenderung ke yang enak-enak, tidue memang ditempat yang empuk dengan angin yang sejuk seolah-olah kita berada di perumahan yang naginya sepoi-sepoi.

Berangan boleh tinggi, tapi apakah kita bisa menggapainya? Dengan pertanyaan seperti itu tadi, kita termotivasi untuk berusaha menggapainya dengan kerja keras, janganlah terpengaruh oleh tetangga, punya keinginan kita hatus bisa mengendalikan diri kita sendiri.

Evaluasi Diri (Self Evaluation) – Asniwati

spar12

Cara pandang membangun kedamaian dalam keluarga yang demokratis dan harmonis bermuara pada kesadaran diri kita sendiri. Untuk mengatur diri sendiri secara benar maka diri kita sendiri yang harus kita benahi terlebih dahulu agar menjadi seorang yang mempunyai pribadi yang baik. Orang sudah berumur bisa kita sebut orang dewasa, tapi dalam pendidikan dewasa tidak semata-mata mengacu kepada kedewasaan biologis tapi cenderung pada kedewasaan sosialnya.

Semenjak saya mengikuti SPAR, kami dapat mengambil hikmah terutama pengetahuan semakin bertambah, perubahan prilakubagi saya sendiri maupun warga belajar terjadi karena cara pembelajaran di SPAR ini yang dirasakan, perubahan prilaku itu sendiri terjadi karena proses refleksi di dalam diri kita sendiri. Fasilitator membuat suasana belajar yang penuh keakraban dan tidak menegangkan sehingga tercipta suasana hormat menghormati, harga menghargai, saling percaya, saling bertukar fikiran antara warga belajar satu dengan yang lainnya, saling terbuka dan saling mengakui keaksaan pribadi masing-masing.

Evaluasi bersama dan diri, disini saya dan warga belajar aspek berpandangan positif, mengkomunikasikan, kehangatan, perhatian, pengertian, menghargai perasaan pengalaman dan kemampuan teman, jujur apa adanya, terus terang, konsisten dan fair, mengatakan apa adanya mengungkapkan secara kongkrit dan merespon secara tulus, meletakkan diri dalam suka maupun duka.

Di SPAR saya juga mendapatkanilmu tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga dan juga memahami apa itu komunikasi. Disini juga dipelajari bagaimana kita mengamati diri kita kita sendiri, suami dan keluarga serta masyarakat dalam kesempatan untuk mengamati waktu luang bersama keluarga. Kehadiran anak dapat menguji keluarga, apakah mereka/kita sebagai orang tua mampu merawat, mengasuh dan mendidiknya, ssehingga anak tersebut tumbuh dan berkembang sebagai manusia penerus keturunan yang baik dalam masyarakat dan tuntutan hari esok nantinya.

Seiring dengan perkebangan dan kecanggihaan teknologi dalam kehidupan kita tak tahu dari berbagai macam masalah, konflik dan persoalan dalam kehidupan ini semua bisa dicari solusi dan jalan keluarnya. Di SPAR saya juga mendapatkan ilmu mengatur manajemen keuangan keluarga yang selama ini tidak terprioritaskan, banyak manfaat yang bisa saya ketahui, berapa total pengeluaran sehari-hari dan dapat menembus pasar-pasar bagi produk perempuan usaha kecil nantinya.

Di SPAR saya dan warga belajar juga merasakan pentingnya, peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengakses kebijakan yang berperspektif gender. Dalam memahami gender saya butuh waktu yang panjang dan disini kami diajarkan apa itu gender, sehingga dalam rapat BAMUS bersama Wali Nagari yang telah menerangkan kepada anggota rapat yang pada waktu itu kami menganggap gender adalah perempuan. Dalam memenuhi kebutuhan hidup sudah menjadi suatu keyakinan saat ini bahwa manusia dapat meningkatkan taraf kehidupannya tersebut bersifat mendidik, mencerahkan dan memberdayakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya setelah banyak topik yang telah ditampilkan di SPAR, saya dan warga belajar disuruh untuk praktek memfasilitasi. Ini merupakan salah satu materi yang sangat berkesan bagi saya khususny, ternyata rekan-rekan saya juga sudah bisa menjadi fasilitator dengan berbagai macam topik yang dibawakan berbeda-beda.

Akhir kata saya ucapkan semoga dengan adanya SPAR ini kita dapat mengambil ilmu dan manfaat yang telah kita pelajari selama di SPAR, sehingga lebih banyak lagi terciptanya perubahan-perubahan mental yang lebih baik pada diri saya sendiri, keluarga, seluruh warga belajar, serta masyarakat.

Evaluasi Diri (Self Evaluation) – Noviati

SPAR1

Selama mengikuti sekolah perempuan akar rumput sampai minggu ke-11 maka ada yang terjadi perubahan terutama pada diri sendiri. Dengan adanya pengetahuan-pengetahuan, seperti membuat peta. Dengan membuat peta tersebut saya pribadi dapat mengetahui bagaimana, ada apa yang akan terjadi di masyarakat lingkungan saya berada. Seperti anak-anak yang putus sekolah, yang cacat mental (insabilitas), dan yang beragam macam persoalan yang ada disekitar tempat tinggal kita.

Kemudian dengan adanya pelajaran-pelajaran bagaimana kita harus mengelola keuangan, disini saya biasanya agak punya sikap yang konsumtif, pokoknya kalau ada yang dicari-cari apa yang mau dibeli, tapi setelah mengikuti sekolah perempuan akar rumput timbul kesadaran dan motivasi untuk hidup lebih bermanfaat, membeli yang dibutuhkan, dan tidak membeli karena keinginan.Tadi setiap belanja saya harus berpikir mana barang yang betul harus dibeli dan diperioritaskan, dan cara belanja pun saya pakai strategi supaya dapat lebih berhemat. Yang ada sekarang telah saya peroleh bahwa lakukanlah investasi yakni dengan cara menabung, beli emas, beli surat berharga, beli tanah. Jadi ini amat berkesan dan termotivasi untuk lebih bisa hidup lebih baik berhemat dan tak perlu membeli yang tak perlu. Dan menata keuangan keluarga sebaik-baik mungkin untuk bisa hidup lebih sejahtera lagi.

Dengan adanya bermacam materi yang diberikan timbul juga kesadaran bahwa kita (saya) mempunyai potensi yang harus dikembangkan dan harus dilatih untuk selalu berbuat yang terbaik untuk diri sendiri dan lingkungan. Sekarang ini rasanya saya tak mau buang-buang waktu, karena saya ingin berbuat dan berbuat yang terbaik untuk diri sendiri dan lingkungan, keluarga, dengan memanfaatkan waktu bertanan-tanam yang berguna seperti lada merah, padi dan pitulo serta pario yang dikasih disekolah perempuan akar rumput dan mempraktekkan membasmi hama dengan pestisida nabati yang dicontohkan oleh wis yaitu dengan memakai daun sicerek.

Kemudian dengan adanya pelajaran tentang globalisasi ekonomis kita juga mengetahui bagaimana kita dipercaya oleh negara-negara maju dan menghasut kita supaya tetap menjadi negara yang selalu tergantung kepada mereka. Dan bagaimana pula pengaruh yang amat besar dengan adanya tayangan-taangan yang ada di media elektronik, cetak yang dengan gencarnya mempromosikan produk-produk diperjual belikan. Semuanya ini menimbulkan persaudaraan untuk kita supaya jangan terpengaruh, mengencangkan ikat pinggang untuk tidak selalu bersikap konsumtif dan bagaimana supaya kita dapat berhemat. Karena mereka-mereka itu memperdaya kita untuk selalu dapat membeli barang-barang mereka, dan membuat hidup kita menjadi tidak sehat dan mungkin bisa merana seumur hidup karena ulah mereka tersebut. Juga kita harus bisa membentengi anak-anak kita, lingkungan kita untuk tidak terlalu percaya dengan apa yang dipromosikan oleh orang-orang tersebut, supaya kita membeli barang-barang yang dijual tersebut. Karena mereka dengan segala cara supaya kita tertarik membelinya.

Dengan adanya pelajaran komunikasi dalam keluarga juga menambah ilmu dan kesadaran kita untuk mempraktekkannya, bagaimana komunikasi yang baik dalam keluarga kita. Karena komunikasi yang  baik tersebut dapat membentuk karakter dari anak-anak kita sampai mereka dewasa.

Dan saya juga jadi tahu bahwa selama ini tejadi ketidak adilan dalam keluarga. Biasanya yang saya tahu hanya mendengar istilah gender, feminisme, strcotype, tapi dengan adanya materi seperti ini saya lebih mengerti dan mengetahui bagaimana dan apa itu gender, feminisme dan tentang kejadian ketidak adilan yang terjadi dalam masyarakat dan keluarga.

Setelah itu dengan didatangkanya narasumber yakni ibuk Kartini sebagai perempuan penggerak masyarakat, timbul semangat bahwa kita perempuan bisa dan mampu berbuat lebih dari yang saya duga. Timbul motifasi dan semangat yang lebih dari yang biasa dan berbuat untuk meningkatkan potensi diri. Kemudian dengan adanya praktek mengfasilitasi ini rasanya SEKOLAH PEREMPUAN AKAR RUMPUT semakin seru. Kami rasanya semakin pede aja untuk mengembangkan kemampuan yang pada diri kami masing-masing. Kami dapat saling berbagi dan bekerja sama dengan baik sambil menunjukan kebaikan dan kekurangan / apa yang haus diperbaiki pada diri kami masing-masing.

Kami rasanya rugi untuk tidak hadir setiap minggu dan selalu menunggu  minggu-minggu berikutnya untuk dapat menimba ilmu yang baru bagi kami dan menambah wawasan kami. Dan kami selalu rindu untuk bertemu dengan sesama warga belajar dan fasilitator yang pintar-pintar untuk memberikan kami pelajaran yang bermanfaat.

Itulah yang kami rasakan selama belajar di SEKOLAH PEREMPUAN AKAR RUMPUT ini dan kadang-kadang kami tidak bisa mengungkapkannya karna terlalu besar faedah dan manfaat yang kami dapat di SEKOLAH PEREMPUAN AKAR RUMPUT ini.

Evaluasi Diri (Self Evaluation) – Yudelmi

spar9

Cara pandang membangun kedamaian keluarga yang demokratis bermuara pada kesadaran diri, hati dan jiwa. Barang siapa yang ingin mengatur dirinya sendiri secara benar maka terlebih dahulu ia harus membuat hatinya menjadi benar karena mata hati dapat menyingkap kebenaran hakiki yang tak tampak di pelupuk mata. Benar bahwa orang yang sudah berumur bisa kita sebut orang dewasa, tetapi dalam membicarakan pendidikan dewasa tidak semata-mata mengacu pada kedewasaan biologis tetapi cenderung pada kedewasaan sosialnya.

Semenjak mengikuti sekolah perempuan akar rumput, banyak hal yang dapat di ambil hikmahnya, terutama sekali pengetahuan semakin bertambah. Perubahan prilaku bagi saya maupun warga belajar terjadi karena isi dan cara pembelajarannya dirasakan sehingga perubahan prilaku itu sendiri terjadi proses reflek di dalam diri kita sendiri.

Fasilitator membentuk suasana belajar yang penuh keakraban dan tidak menegangkan sehingga tercipta suasana hormat menghormati, saling menghargai, saling percaya, suasana penemu diri, keterbukaan, dan mengakui keakhsaan pribadi. Evaluasi bersama dan diri, disini saya dan warga belajar espek berpandangan positif, mengkomunikasikan, kehangatan, perhatian, pengertian, menghargai perasaan pengalaman dan kemampuan teman, jujur apa adanya, terus terang, konsisten, terbuka, mencerminkan perasaan yang sebenarnya, mengatakan apa adanya, mengungkapkan secara kongrit dan merespon secara tulus, melekatkan diri dalam suka dan duka.

Perubahan ini terjadi setelah pembelajaran berbagai materi yang diajarkan, diawali dengan pembuatan peta korong yang sebelumnya tidak  menjadi perhatian bagi saya. Yang paling berkesan bagi saya dengan membuat peta saya dapat mengetahui jumlah penyandang disabilitas. Mudah-mudah saya dan rekan nantinya akan memperhatikan dengan mengadakan pertemuan untuk mengumpulkan penyandang disabilitas yang ada di nagari masingmasing diberikan prioritas keterampilan masing-masing dengan mengundang dinas terkait dan anggota dewan, Insyaallah.

Di SPAR saya juga mendapatkan ilmu tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga dan juga memahami apa itu komunikasi. Disini juga dipelajari bagaimana kita mengamati diri kita sendiri, suami dan keluarga serta masyarakat dalam kesempatan untuk mengamati waktu luang bersama keluarga tentunya.  Kehadiran anak dapat menguji keluarga, apakah mereka/kita sebagai orang tua mampu merawat, mengasuh dan mendidiknya, sehingga anak tersebut tumbuh dan berkembang sebagai manusia penerus keturunan yang baik dalam masyarakat dan tuntutan hari esok nantinya. Seiring dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi dalam kehidupan kita tak luput dari berbagai macam masalah. Konflik dan persoalan yang semuanya itu bisa dicari solusi dan jalan keluarnya. Di SPAR saya juga mendapatkan ilmu mengatur manajemen keuangan keluarga yang selama ini tidak terprioritaskan, ternyata sangat banyak manfaat yang saya bisa ketahui berapa total pengeluaran sehari-hari, perbulan, dan untuk menjadi rujukan dalam menyusun anggaran tingkat rumah tangga dan masyarakat, dalam seluruh aspek kehidupan sehingga perempuan usaha kecil (PUK) dapat melakukan pencatatan usahanya dan bisa menembus pasar-pasar batu bagi produk PUK.

Di SPAR saya dan warga belajar juga  merasakan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengakses kebijakan yang berperspektif gender. Walaupun saya sering mengikuti pelatihan, tetapi pemahaman gender butuh waktu yang panjang dan disini diajarkan apa itu gender. Sehingga dalam rapat BAMUS  bersama wali nagari yang mungkin saya satu-satunya perempuan telah menerangkan juga kepada anggota rapat yang pada waktu itu mereka menganggap gender itu perempuan, setelah diberi tau baru mereka mengerti yang selama ini menganggap gender adalah perempuan. Dalam  memenuhi kebutuhan hidup sudah menjadi suatu keyakinan saat ini bahwa manusia dapat meningkatkan taraf  kehidupannya dengan cara memiliki dan menguasai informasi yang sesuai kebutuhan dalam arti informasi tersebut bersifat mendidik, mencerahkan dan memberdayakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya setelah banyak topik di SPAR, saya dan juga warga belajar disuruh untuk praktek memfasilitasi. Ini merupakan salah satu materi yang sangat berkesan bagi saya, ternyata teman-teman sudah bisa menjadi fasilitator dengan berbagai macam topik yang berbeda bagi setiap kelompok yang tampil.

Akhir kata semoga lebih banyak lagi perubahan yang baik pada diri sendiri dan keluarga serta seluruh warga belajar SPAR dan masyarakat. Banyak maaf.

Evaluasi Diri (Self Evaluation) – Kartini

spar7

Awal  aku mengikuti sekolah akar rumput, buk yen meminta aku membuatkan peta dan analisa label. Sebelumnya aku bertanya dulu pada buk yen, buat apa peta ini, dan dia menjelaskan, penjelasan yang menurut ku sangat memuaskan bahkan aku tertarik untuk mengikuti sekolah perempuan akar rumput, akupun membicarakannya pada suami ku, suami ku mengizinkannya, hati ku pun merasa senang karena aku sangat menginginkan ilmu.

Pada minggu ke-2 nya, mempelajari tentang keuangan dan membuat PR di rumah, sebelumnya aku tidak pernah membuat pembukuan karena uang yang dihasilkan oleh suami saya hanya dapat sore habis sorenya lagi, dan aku hanya membuat tabungan anak-anak di sekolah mereka, setelah membuat PR rumah aku sadar bahwa tidak ada yang tersisa kecuali uang tabungan anak-anak, jadi aku merasa tidak ada perubahan dalam keuangan rumah tangga saya, tapi aku sebelumnya belum pernah membuat pembukuan, sekarang aku sudah bisa membuat pembukuan/manajemen keuangan keluarga.

Pada minggu ke-3 nya mempelajari tentang pengelolaan dan pengembangan jiwa kewirausahaan. Disini dulunya aku berjualan dirumah (lapau) barang harian dan kopi, sebenarnya aku itu dulunya bisa mengembangkan warung waktu itu dan aku pun mendapatkan untung yang lumayan karena aku menyelingi dengan masakan saya sendiri seperti gorengan, ketupat, bahkan kue-kue kecil. Tapi sayangnya orang-orang kampung sering ngutang, bahkan sulit mereka untuk membayar, sebelumnya saya berpendapatan yang lumayan, tapi setelah itu samapi saya tidak mau jualan lagi karna modal tertimbun oelh orang yang ngutang sampai sekarang orang-orang itu masih ada utangnya yang belum bayar. Sayapun mengikhlaskannya, saya sangat pengin buka usaha lagi, tapi bahgaimana caranya agar masyarakat tidak mau utang lagi, jadi kamipun sama-sama mendapatkan keuntungan.

Pada minggu ke-4 tentang globalisasi ekonomi. Menurut saya globalisasi ekonomi sekarang sangat memperhatinkan, karna kurangnya lapangan kerja bagi masyarakat dikarenakan kurangnya kesadaran bagi masyarakat itu sendiri sehingga banyaklah pengangguran. Hidup dikampung sangat banyak lapangan kerja, seperti pengelolaan lahan dan sawah, hanya saja cara mengerjakannya belum bisa sebaik mungkin, hingga banyaklah kerugian yang dialami oleh masyarakat.

Pada minggu ke-5 tentang komunikasi dalam keluarga. Sebelumnya saya belum menyadari cara berkomunikasi dalam keluarga. Saya sering memarahi anak-anak dengan kasar apabila mereka melakukan kesalahan seperti menghardik, sampai saya memukuli dengan lidi pada kaki mereka, tapi setelah saya mengikuti sekolah perempuan akar rumput, saya tidak memarahi secara kasar, tapi saya menasehati dan mendekati mereka dengan kasih sayang. Saya melihat mereka sekarang ini sangat banyak sekali perubahan yang mereka alami, bahkan tanpa disuruh pun mereka melakukan pekerjaan yang bisa mereka lakukan, bahkan pekerjaan sekolahnya, kecuali dia tidak mengerti, maka dia kan bertanya pada saya. Itupun terjadi pada ayah.

Pada minggu ke-6 tentang gender. Sebenarnya didalam hampir semua yang mengalami tentang gender. Tapi masyarakat itu sendiri tidak memahami tentang gender ini, walaupun begitu, tapi masyarakat merasakan. Disanalah terjadinya kriminal yang tidak terduga, karena mereka tidak  berkomunikasi / kurangnya komunikasi dalam keluarga.

Pada minggu ke-7 tentang perempuan penggerak masyarakat. Tanpa disadari perempuan selalu jadi pemandu dalam masyarakat, karena menurut masyarakat perempuan selalu dianggap lemah. Didalam rapat eprempuan sering kali tidak diikutsertakan, itu karena perempuan itu hanya mulutnya aja keras, sehingga sering menganggu rapat. Untuk sekarang sangat sedikit peluang untuk perempuan menjadi pemimpin.

Pada minggu ke-8 tenatang praktek memfalitasi. Tanpa disadari ternyata tidak sedikit perempuan yang bisa menjadi pemimpin, kenapa? Karena setelah adanya sekolah perempuan akar rumput, bahwa seorang perempuan tidak akan terjadi lagi pemerduan, aslakan ucapan/perkataan mereka itu bisa dipahami dan dimnegerti oleh masyarakat dan berbuat adil. Untuk menjadi memfalitasi ini sebelumnya memang syaa rasakan cemas bahkan was-was, tapi setelah mempraktekkannya, ternyata sangat menyenangkan. Disinilah timbul keberanian untuk bicara, sampai saya tidak takut lagi menjawab pertanyaan dari fasilitator/tidak cemas lagi, karna takut salah.

Evaluasi Diri (Self Evaluation) – Rosmanizar

spar2

Semenjak adanya program yang diajarkan oleh LP2M yaitu semacam pelatihan-pelatihan yang diadakan setiap minggu di Kototinggi, rencana selama 20 minggu, dan sekarang sudah minggu kesebelas, pertemuan tiap minggu ini diberikan nama Sekolah Perempuan Akar Rumput.

Minggu pertama sekolah kami diberi tugas membuat peta dan analisa korong, selintas mudah tapi karna saya sudah tau seluk beluk korong, karena saya sudah berkecimpung dengan korong sejak lama, tapi karena saya tidak pandai menggambar, sulit juga jadinya. Tapi akhirnya clear juga, dalam peta korong saya perhatikan secara seksama saya sadari banyak masalah dan kekurangan-kekurangan di dalam yang kita tidak tau, di peta korong ini kita mudah mengenali korong secara keseluruhan. Contoh distabilitas kita tau berapa penyandang cacat di jalannya dan banyak lagi yang bisa di lihat melalui peta itu.

Kemudian di minggu berikutnya kami di beri tugas lagi yaitu membuat manajemen keuangan keluarga, biasanya saya jarang mencatat pemasukan dan pengeluaran keluarga, terima uang sekarang, belum cukup satu bulan sudah tipis entah kemana uangnya merayap. Sekarang sudah di data, mulai dari pengeluaran mingguan sampai bulanan jadinya tau kemana uangnya itu pergi, tau selisihnya. Dengan ini kita harus bisa memenej keuangan keluarga.

Pertemuan berikutnya kami diberi pelajaran tentang pengelolan dan pengorbanan jiwa kewirausahaan, dengan ini kita tau bagaimana menyikapi semua, kita harus mampu membuka lapangan kerja sendiri, memanfaatkan peluang usaha yang ada, disini tambah terbuka pikiran untuk mengembangkan usaha bertanam jagung, kebetulan saya sedang membuka lahan pertanian untuk bertanan jagung, untuk makanan ayam kira-kira usaha ini ada pemanfaatan pupuk alami yaitu pupuk kandang, saya sadar jangan biarkan lahan tidur dan haus dimanfaatkan ini termasuk wirausaha.

Tahu apa itu globalisasi ekonomi yaitu bagaimana ketergantungan kita pada negara-negara maju, seterusnya generasi yang akan datang khusus anak-anak kita perlu untuk keluar dari ketergantungan kita pada negara-negara lain dan pemerintah perlu menyikapi ketergantungan tersebut.

Minggu berikutnya pelajaran tentang gender dan diberi tugas rumah juga. Pengetahuan saya tentang gender ini semakin bertambah dan berkembang, apa itu pelabelan, beban ganda, bentuk-bentuk ketidakadilan gender lainya. Dari pelajaran tentang gender perempuan tau tentang kontruksi sosial.

Dengan ini kita harus mampu jadi agen perubahan, apalagi sebagai kader dikorong dan di negeri kita, menjadi perempuan penggerak masyarakat (PPM), pelajaran selanjutnya pengetahuan kita semakin bertambah luas, jangan pesimis, harus optimis ini menjadi faktor pendorong untuk menjadi penggerak masyarakat, tidak sombong, rela berkorban, memanusiakan manusia, dan sebagainya. Kita harus mampu menciptakan peluang yang ada, kita peempuan penggerak masyarakat seharusnya sebagai contoh bagi masyarakat sekitar, hadapi dinamika yang ada di masyarakat dengan cara membangun kesepakatan bersama dengan nilai-nilai yang harus dimiliki (PPM) perempuan penggerak masyarakat, saling percaya dan percaya diri.

Pertemuan kesebelas di tuntaskan dengan mencari kawan (pasangan) berdua-dua kedepan kelas utnuk menjadi fasilitator, pemandu di depan kelas dihadapan warga belajar. Belajar memberanikan diri di depan kelas, memandu sebuah topik. Masih banyak lagi pelajaran tentang ini yang akan di gali disini. Terima kasih LP2M yang telah memberi kita kesempatan untuk belajar mengembangkan diri, dan kita harus belajar dan belajar lagi.

Kalbu dan Kesehatan

Untitled-1

Islam sangat mementingkan kesehatan. Lihat saja ibadah yang diwajibkan dalam Islam tidak jarang menuntut untuk memiliki tubuh dan jiwa yang sehat untuk meningkatkan kualitas ibadah yang dikerjakan. Selain itu ibadah dan dan larangan dalam agama Islam berimplikasi langsung terhadap kehidupan yang sehat.

Jika dilihat dalam definisi sehat menurut WHO adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Islam justru telah lama mementingkan untuk menjaga hidup sehat baik diri, jiwa, dan sosial. Seperti syarat beribadah mesti bersih dari hadas dan najis memberikan makna sebelum melakukan ibadah pentingnya pola hidup bersih di mana dalam kajian kesehatan pola hidup bersih merupakan syarat utama untuk hidup sehat.

Sehat jiwa dan sosial sangat penting dalam Islam di mana hikmah dari ibadah yang dilakukan harus memiliki korelasi terhadap kehidupan dengan jiwa yang bersih dan kepekaan sosial yang tinggi seperti tolak ukur dalam keberhasilan beribadah dalam Islam dilihat dari kesalehan sosial. Keberhasilan seseorang dalam beribadah dapat dilihat dengan pola hidup sesorang yang suka membantu, tidak menyakiti orang lain, hidup dengan prinsip yang benar seperti sholat yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Melihat lebih jauh tentang kesehatan dalam Islam, dalam Al Quran telah disebutkan: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya yang berimanai (Qs Yunus: 57).

Sementara nabi Muhammad SAW telah memperjelas tentang sehat ini dalam sabda beliau: Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kalbu amat menentukan kesehatan sesorang, baik kesehatan fisik maupun kesehatan batin. Untuk itu kalbu perlu dirawat dan dijaga. Tentang hadis ini, mengutip apa yang dijelaskan oleh Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya lumuddin. Kalbu yang disebut dalam hadis ini dapat dipahami secara lahir, dan dapat dipahami secara bathin.

Secara lahir kalbu itu yang disebut jantung, segumpal daging yang berbentuk bulat memanjang seperti buah shanaubar, yang terletak di pinggir dada sebelah kiri, yaitu segumpal daging yang mempunyai tugas khusus yakni memompa darah.

Sementara makna kedua, kalbu itu suatu perasaan yang halus (lathifah), bersifat Ketuhanan (Rabbaniyah) dan kerohanian yang ada hubungannya dengan hati jasmani, dialah yang merasakan, mengetahui dan yang mengenal dan memerintah manusia.

Jika Nabi sudah memberikan informasi bahwa sumber dari segala kesehatan dan sumber segala penyakit adalah pada kablu, maka perlu dijaga dan dirawat.
Kalbu yang sakit akan bisa bertambah sakit sebagaimana Allah SWT telah berfirman: Di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah akan menambah penyakit itu….(Qs al-Baqarah[2]:10). Kalbu yang sakit adalah hati yang telah dikuasai oleh syahwat yang dapat memunculkan sifat buruk seperti: dengki, iri, marah, cinta harta, suka berpikir buruk dan sikap negatif lainnya yang berimplikasi terhadap rusaknya kesehatan fisik seseorang. Sifat-sifat yang dikuasai syahwat ini adalah sifat yang tercela dalam Islam, orang yang memiliki sifat tercela sesungguhnya telah terjerumus dalam keinginan Iblis yaitu musuh manusia yang membawa kemudharatan.

Untuk menjaga kalbu agar tetap sehat Allah mengajarkan agar manusia untuk memakan makanan yang halalan thayyiban makanan yang halal lagi baik. Makanan yang halal amat memperhatikan sumber makanan. Kehalalan makanan tidak hanya pada zat makanan tersebut tidak dilarang, namun juga harus diperoleh dengan jalan yang halal pula.

Untuk memperoleh makanan dengan jalan yang halal sesungguhnya telah menjadikan diri sehat dan lebih dari itu juga telah menjadikan masyarakat sehat, jika andaikan makanan diperoleh dengan jalan menipu, korup, riba, sesungguhnya telah menghambat kemaslahatan kehidupan, hak hidup orang lain untuk sejahtera.

Jauhnya kehidupan lain dari kesejahteraan akan berdampak tingginya potensi penyakit menjangkiti masyarakat, tingginya penyakit yang menjangkiti masyarakat juga akan mengganggu kesehatan setiap manusia yang berada dalam lingkungan itu. Satu saja masyarakat yang terjangkit wabah penyakit sesungguhnya dapat mengancam orang sekitar untuk sakit.

Demikian pentingnya menjaga makanan yang halal. Untuk itu para koruptor, penipu, dan pejabat yang abai akan kesejahteraan rakyat sesungguhnya telah menciptakan munculnya wabah penyakit di tengah masyarakat.

Tidak hanya secara fisik, dalam kajian kejiwaan dalam Islam juga menyebutkan orang yang memakan makanan yang tidak halal akan menjauhkan hati dari cahaya kehidupan untuk menuju hidup yang aman, sehat dan damai.

Demikian juga makan yang thayyiban, adalah makan yang bergizi dan bermanfaat untuk tubuh. Islam melarang makan dengan berlebihan sebab itu adalah perbuatan musuh manusia yaitu Iblis. Memakan makanan tidak baik termasuk juga makanan yang tidak bergizi, dan makanan yang banyak menggunakan zat kimia yang tidak mampu diterima oleh tubuh.

Hai Manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu (Qs Al.Baqarah:168). Untuk itu dalam kehidupan Islam amat dianjurkan untuk makan sebelum kenyang berhenti sebelum lapar.

Kesehatan kalbu/hati adalah penting dalam Islam, Firman Allah SWT: Pada hari harta dan anak-anak tidak berguna, (tetapi yang berguna tiada lain) kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang sehat.(Qs asy-Syuai??i??arA?ai??i??, 26: 88-89)

Untuk kalbu atau hati menjadi sehat Islam mengajarkan, Ala bidzikrillah tathmainnul qulub (Qs Arraai??i??du, 13 : 28). Aartinya hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.

Zikir adalah nutrisi kalbu agar menjadi tenang, hati yang tenang akan membawa semua suasana tenang. Kalbu itu berarti bolak-balik, sebab hati ini gampang untuk bolak-balik, saat hati bolak balik kehidupan manusia gampang menjadi kacau. Saat kehidupan kacau manusia gampang sakit. Untuk itu manusia membutuhkan kalbu yang tentram.

Resep ayat ini memberikan kita pelajaran agar merawat hati dengan zikir kepada Allah, sebab dengan zikir kepada Allah hati menjadi tenang. Maka itu, zikir berfungsi sebagai penyubur kalbu. Firman Allah SWT, Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)ai??i?? (Qs al-Hadid [57]:16).

Zikirullah juga bisa bermakna shalat, sebab shalat adalah salah satu upaya mengingat-Nya. Firman-Nya, ai??i??Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(Qs Thaha [20]: 14).

Zikir ini juga bermakna Al Quran, sebab salah satu dari sebutan Al Quran ialah adz dzikru. Bukankah Al Quran telah tegas menyebutkan bahwa Al Quran merupakan syifaai??i?? bagi hati (Qs Yunus [10]: 57). Jadi orang yang selalu membaca Al Quran, memperlajari dan mengamalkannya sesungguhnya orang tersebut sedang dalam menerapkan hidup sehat sebab mereka telah menjaga hati untuk selalu sehat.

Ditulis Oleh : Zainal Abadi, Staf LP2M Program Advokasi Kesehatan

Kerelawanan Seorang Community Organizer (CO)

Untitled-2

Kegiatan yang beliau tekuni ini adalah berkat dorongan suami dan keluarga, dengan suka dan duka sebagai kader CO, beliau tidak merubah niat dan tekatnya untuk maju bersama kawan-kawan perempuan di Kota Padang yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan memajukan usaha kelompok yang tergabung di GApermita Padang. Perempuan tersebut bernama Afrida, lahir di Kelurahan Gunung Sarik Padang 4 April 1968, semenjak aktif di organisasi kemasyarakatan, beliau dipercaya sebagai bendahara dan motivator di kelompoknya. Untuk selengkapnya, silahkan dibaca lebih lanjut.

Ditulis oleh Melgusrianti dari JarPUK Gapermita Padang.

Lentera Yang Tak Pernah Padam

Untitled-1

Beliau suka berdiskusi tentang kegiatan-kegiatan yang bisa membantu ekonomi rumah tangga, dan mencarikan solusi untuk permasalahan yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Yuslinda Megayanti, perempuan kelahiran Padang tepatnya di Kelurahan Baru Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan, aktif di organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Kelurahan Batu Gadang, antara lain PKK dan KSB. Untuk selengkapnya, silahkan dibaca lebih lanjut.

Ditulis oleh : Eva Patri Dewi, JarPUK Kota Padang