Pejuang Sanitasi dan Normalisasi Sungai

20170111_101537

Salah satu perempuan inspiratif.

Terinspirasi ketika studi banding ke Pulau Jawa dimana kepala kampung dipimpin oleh seorang perempuan yang bijaksana membuat Yuli Desmi Ingin jadi pemimpin. Aktif sebagai kader memuluskan langkahnya jadi wali nagari.

Dikutip dari Harian Padang Ekspress 21 April 2016.

Eksistensi Bundo Kanduang dan Perannya dalam UU Desa

20170111_101512

Dialog Publik dengan tema ” Eksistensi Bundo kanduang dan perannya dalam UU desa di Sumatera Barat” di selenggarakan oleh LP2M, melibatkan 70 orang peserta dialog dari masing-masing perwakilan kelompok perempuan akar rumput dampingan LP2M di Sumbar.

Dikutip dari Harian Padang Ekspress, 30 Desember 2015.

Forum Komunitas Akar Rumput Sumbar

20170112_121451

Forum Komunitas Akar Rumput Provinsi Sumbar merancang langkah-langkah apa yang akan ditempuh untuk memecahkan persoalan perempuan di Sumbar. Forum ini akan berkoodinasi dengan LP2M.

Dikutip dari Harian Haluan, 15 Juni 2015.

Audiensi Forum Multi Stakeholder Kota Padang

audiensi-kopad2016

Audiensi Forum Multi Stakeholder Kota Padang kepada Wali Kota Padang dengan tema ” Memperkuat Komitmen Bersama Untuk Mendukung Penghapusan Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Padang”

Penghapusan kekerasan terhadap perempuan membutuhkan kerja bersama dan sinergi dari berbagai komponen masyarakat untuk bergerak secara serentak, baik aktivis HAM perempuan, Pemerintah, maupun masyarakat secara umum. Para aktivis HAM perempuan mempunyai waktu yang cukup guna membangun strategi pengorganisiran agenda bersama yakni untuk:

  • Menggalang gerakan solidaritas berdasarkan kesadaran bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM
  • Mendorong kegiatan bersama untuk menjamin perlindungan yang lebih baik bagi para survivor (korban yang sudah mampu melampaui pengalaman kekerasan)
  • Mengajak semua orang untuk turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitasnya dalam upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan

Dalam kegiatan tersebut dipetakan persoalan kekerasan perempuan yang saat ini masih terus terjadi. Masalah-masalah yang disinggung diantaranya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perkosaan, eksploitasi buruh, perdagangan perempuan, pencabulan, kawin siri, dan lain sebagainya. Beberapa akar masalah juga dibahas dalam sesi-sesi diskusi seperti masih kuatnya budaya patriarkhi, permasalahan budaya dan agama, produk kebijakan yang tidak memihak perempuan, permasalahan egosektoral, resistensi dari keluarga dan masyarakat, juga dari perempuan korban kekerasan sendiri yang melakukan aksi bungkam karena berbagai alasan.

Dari hasil kegaitan ditemukan kata kunci yang terus ditekankan dalam setiap sesi diskusi, yaitu KOMITMEN. Kata kunci ini dimaksudkan sebagai jawaban bagi tuntutan pemenuhan hak perempuan korban atas Kebenaran, Keadilan dan Pemulihan. Sementara Komitmen yang akan dijadikan pesan kampanye dalam 3 (tiga) tahun ke depan adalah Komitmen Politik, Komitmen Komunitas, Komitmen Dana dan Komitmen Aparat Penegak Hukum dan mendorong kebijakan perencanaan penganggaran yang responsif gender (PPRG) dalam pembangunan daerah dan kebijakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kantor Wali Kota Padang, 29 Desember 2016.

Memperkuat Dukungan Keluarga Untuk Pemenuhan dan Perlindugan HKSR di Sumatera Barat

img_8393

Peringatan Hari Ibu Melalui Diskusi Publik dengan Tema :Memperkuat Dukungan Keluarga Untuk Pemenuhan dan Perlindugan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) di Sumatera Barat

Keluarga merupakan unsur terkecil dalam kehidupan kita, hubungan serasi dan selaras dalam kehidupan keluarga merupakan kunci dari ketuhan dan keharmonisan sebuah keluarga. Namun pada saat ini sekarang keharmonisan keluarga sudah berkurang karena perkembangan teknologi, suami dan istri ataupun anak-anak telah sibuk dengan gadget mereka masing- masing. Sehingga hal ini menyebabkan hubungan komunikasi sosial dalam sebuah keluarga tidak terjalin dengan baik. Hubungan face to face (tatap muka langsung) dengan anak sudah berkurang, sehingga orang tua tidak lagi memperhatikan atau mengontrol kegiatan yang dilakukan anaknya.

Zaman sekarang hendaknya orang tua jangan terlalu percaya dengan pesan yang disampaikan anak lewat media soial, karena bisa saja anak berbohong, seperti mereka mengatakan kepada orang tua bahwa mereka membuat PR, namun pada kenyataannya mereka pergi bermain bersama teman-temanya. Hendaknya orang tua harus mengecek Hp anaknya. Seperti dalam pepatah minag disebutkan bahwa Kalau ka manjadi Mancik ketek-ketek lah luruih ikua nyo maksudnya adalah seperti apa masa depan anak nantinya tergantung dari perbuatannya sekarang, oleh karena itu orang tua harus bertanggung jawab terhadap anaknya.

Keluarga adalah tempat belajar pertama bagi anak sebelum dia turun ke masyarakat, hubungan keluarga besar harus dipahami oleh anak, jadi kita harus memperkenalkan anggota keluarga besar kita kepada anak, sehingga saat dia bergaul dengan masyarakat mereka tau siapa saja keluarga mereka. Keluarga adalah fungsi agama bagi anak, oleh karena itu orang tua harus mengenalkan kepada anak dari kecil : bagaimana anak bisa untuk sholat dan membaca al-quran, hal ini akan ditiru oleh anak dari orang tuanya. Jika orang tua tidak sholat maka anaknya juga tidak sholat karena mereka meniru kebiasaan orang tua mereka.

Selain itu keluarga adalah tempat bagi anak untuk menyelesaikan masalahnya. Sehingga orang tua harus mengenalkan nilai sosial budaya : rasa santun, kasih saying harus dipupuk dalam keluarga, sehingga anak mau meneceritakan setiap permasalahannya kepada keluarga. Jangan sampai anak menyelesaikan masalah mereka dengan orang lain, seperti dengan temannya. Keluarga adalah fungsi perlindungan kesehatan seksual reproduksi bagi anak : bagaimana ibu memberikan penerangan kepada anaknya dalam masalah kesehatan reproduksinya, ibu harus menjadi teman bagi anaknya, ibu harus berkomunikasi baik dengan anaknya. Kebiasaan dalam keluarganya akan menjadi kebiasaan anak dalam lingkungan social. Jangan selalu menyalahkan anak, tapi orang tua harus intropeksi diri oleh karena itu kita perlu pembentukan karakter anak yang baik mulai dari keluarga, ajarkan anak dengan perbuatan yang baik.

Berdasarkan data yang ada hanya 3,6% remaja yang mengetahui tentang kesehatan reproduksinya, hal ini disebabkan kurangnya kepedulian orang tua, oleh karena itu orang tua harus terbuka kepada anaknya. Dalam petumbuhan reproduksinya anak mengalami beberpa perubahan, baik perubahan fisik : bentuk tubuh yang berubah maupun perubahan mental : pemarah, sikap berubah sedikit genit. Untuk perempuan sebaiknya tidak menikah pada usia dini karena usia ideal untuk hamil : rentang umur yang baik 20-30 tahun, jika dibawah umur tersebut akan beresiko terhadap kesehatn seksual reproduksinya.

Adapun Tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Membangun kesepahaman bersama tentang pentingnya peranan keluarga sebagai fondasi dasar pembentukan karakter, pendidikan seksualitas, mengembangkan budaya adil dan setara serta budaya anti kekerasan
  2. Memotivasi keluarga untuk mengembangkan budaya adil dan setara, anti kekerasan dalam upaya pemenuhan dan perlindungan HKSR yang lebih baik bagi perempuan
  3. Membuat kesepakatan bersama untuk memperkuat dukungan keluarga untuk pemenuhan dan perlindungan hak kesehatan reproduksi yang lebih baik bagi perempuan di Sumatera Barat.

Pihak yang terlibat 49 orang terdiri dari 21 orang laki-laki dan 28 orang perempuan dari masing- masing kelompok dampingan LP2M.

Hotel Axana, Padang – Kamis 22 Desember 2016.

Aksi Bersama dan Dialog Publik

img_8104

Salah satu fungsi pendampingan bagi kelompok perempuan adalah membuka akses perempuan terhadap pendidikan informal untuk mengasah kepekaan dan analisis kritis terhadap isu-isu tentang hak-hak perempuan. Untuk itu, kegiatan-kegiatan edukatif perlu dilakukan secara teratur dan berkesinambungan melalui diskusi kritis secara berkala seperti dialog publik.

Kaum perempuan merupakan satu kekuatan masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam mewujudkan sistem kehidupan suatu bangsa dan secara global memberikan penekanan pada aspek demokratisasi, perlindungan hak asasi manusia dan supremasi sipil.

Kegiatan tersebut termasuk dalam rangkaian Peringatan 16 Hari Aktivisme (25 November-10 Desember 2015), dengan judul kegiatan Aksi Bersama dan Dialog Publik dengan Tema; Membangun Komitmen Pemerintah Daerah Untuk Mendukung Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan di Sumatera Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan informasi dan penyadaran publik tentang upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan melalui Aksi Bersama,
  2. Menyampaikan aspirasi perempuan akar rumput kepada Kepala Daerah Sumatera Barat terkait upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan,
  3. Membangun komitmen bersama untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Sumatera Barat

Kegiatan ini melibatkan 70 orang undangan dan peserta dialog yang berasal dari:

  1. Organisasi Perempuan di Sumatera Barat
  • Ketua Pengurus PKK Provinsi Sumatera Barat
  • Ketua Pengurus BKOW Provinsi Sumatera Barat
  • Ketua Pengurus P2TP2A Provinsi Sumatera Barat
  • Ketua Forum Lembaga Pengada Layanan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat
  • Ketua Pengurus Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat
  1. Perwakilan kelompok perempuan akar rumput dampingan LP2M di Sumatera Barat
  • Jaringan Kelompok Perempuan (JarPUK) Gapermita Kota Padang
  • JarPUK HIPPMA Kabupaten Padang Pariaman
  • JarPUK Gaperlima Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar
  • Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) Sumatera Barat
  • Forum Perempuan Muda tingkat Kabupaten/ Kota dan tingkat Provinsi
  • Non Government Organization (NGO) di Sumatera Barat:
  • Konsorsium Pengembangan Masyarakat Madani (KPMM)
  • Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) wilayah Sumatera Barat
  • Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumbar
  • Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat
  • Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan
  • Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang
  • Pambangkik Batang Tarandam (PBT)
  • Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya (P3SD)

Aksi bersama dan dialog publik akan dilaksanakan pada sabtu/ 10 Desember 2016, bertempat di Hotel Grand Zuri, Padang – Sumatera Barat.

Kegiatan Youth Camp 16 HAKTP

hahaha

Saat ini, LP2M telah mendampingi kelompok perempuan muda (KPM) masing-masing kelurahan/ nagari di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar. Kelompok-kelompok tersebut diharapkan dapat berkembang membentuk jaringan kelompok di tingkat kabupaten/ kota dan provinsi. Kelompok dan jaringan akan digunakan sebagai wadah belajar, berbagi pengetahuan dan pengalaman perempuan muda dalam memperoleh informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi serta motivasi pengembangan kepemimpinan dan kreatifitas dirinya.

Perempuan muda dengan rentang usia 12 tahun hingga 20 tahun, adalah berada dalam fase perkembangan secara fisik dan psikologis. Fase perkembangan usia ini menjadi perlu diperhatikan mengingat perempuan muda sudah termasuk pada kategori perkembangan organ reproduksinya. Perempuan muda membutuhkan ruang berbagi informasi dan pengetahuan seputar seksualitas dan reproduksi. Tak jarang pada usia tersebut, perempuan muda rentan menjadi korban kekerasan baik dalam keluarga maupun kekerasan dalam pacaran (KDP).

Dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) atau disebut juga 16 Hari Aktivisme, LP2M akan melibatkan kelompok perempuan muda dalam upaya penyadaran dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui peningkatan kapasitas perempuan muda. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Youth Camp dengan tema; Meningkatkan Kepemimpinan Perempuan Muda Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) di Sumatera Barat.

Materi yang disampaikan hari ini tentang Konsep Diri oleh Uni Otrie DwinasPutri Manager Program LP2M. Kemudian Koord. Program HKSR di LP2M, Uni Puji Wahyu Mulyani menyampaikan materi tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Kegiatan Youth Camp ini bertujuan untuk:

  1. Peserta memahami tentang konsep diri sebagai perempuan dengan segala peran dan fungsi sesuai siklus hidupnya
  2. Peserta memahami tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan serta upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan
  3. Peserta memahami pentingnya membangun kepemimpinan perempuan
  4. Peserta termotivasi untuk mengembangkan kemampuan diri melalui kegiatan produktif dan kreatif
  5. Inisiasi pembentukan forum perempuan muda tingkat kabupaten/ kota dan provinsi

Selanjutnya peyampaian materi tambahan oleh Mrs. Julia Canty-Waldronsebagai volunteer LP2M dari AVI. Hal-hal yang disampaikan antara lain, bagaimana bentuk-betuk kekerasan yang terjadi di Australia dan apa saja hak-hak perempuan yang di lindungi disana.Pada Hari ke-2 ini, para peserta dari masing-masing wilayah dampingan LP2M sangat antusias selama mengikuti kegiatan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam rangka Youth Camp 16 HAKTP  yaitu outbound. Dalam kegiatan ini, LP2M mengadakan lomba antar kelompok. Masing-masing kelompok melakukan tantangan yang diberikan panitia LP2M di tiap-tiap posko yang telah di bentuk. Lomba ini dilakukan untuk melatih kesabaran, kekompakan, kreatifitas peserta masing-masing kelompok dampingan LP2M.

Pihak yang akan terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 46 orang yang terdiri dari masing-masing kelompok dampingan LP2M, tim fasilitator dan tim LP2M.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Hari/ Tanggal  : Minggu-Selasa/ 27-29 November 2016, bertempat di Minangkabau Village, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Lokalatih Penyadaran HKSR bagi Laki-laki Potensial di Kab. Padang Pariaman

lokalatih-kaum-lelaki

Keterlibatan laki-laki sebagai pihak yang berkepentingan  memiliki manfaat yang signifikan bagi perempuan dan anak, serta untuk laki-laki sendiri dalam memberikan kontribusi bagi pencapaian terwujudnya pemenuhan dan perlindungan HKSR. Selain itu, dalam masyarakat dimana norma-norma sosial dan kehormatan keluarga merupakan faktor yang berlaku, perubahan positif dalam status sosial perempuan hanya mungkin terwujud bila sikap laki-laki juga berubah. Dengan demikian, perempuan dan laki-laki sama-sama mempunyai peran strategis dan merupakan suatu mitra untuk mencapai pemenuhan dan perlindungan HKSR. Karena pada dasarnya laki-laki dan perempuan mempunyai berperan dan kesempatan yang sama untuk menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Prinsip pelaksanaannya antara lain :

  1. Menggunakan analisis gender dalam mendiskusikan kasus maupun aturan yang berlaku, mendiskusikan dengan santun, tidak bersifat menyalahkan, maupun merendahkan pandangan para tokoh,
  2. Memegang prinsip kesetaraan gender dalam membangun relasi dengan seluruh pihak,
  3. Penghargaan/penghormatan terhadap adat, agama dan pemerintah setempat sebagai lembaga maupun pelaksana yang memperoleh mandate untuk melayani kelompok, suku, agama dan warganya.
  4. Menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa/POD atau pendidikan popular, menggunakan kasus-kasus dalam penelitian maupun berdasarkan pengalaman dan peristiwa setempat,
  5. Memegang prinsip professionalitas dalam memfasilitasi dan dalam melakukan pendekatan pendekatan.

Tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Membangun kesepahaman bersama dan pendalaman perspektif dan pengetahuan tentang hak kesehatan reproduksi bagi laki-laki potensial serta penerapannya di Kabupaten Padang Pariaman.
  2. Berbagi pengalaman mengenai persoalan-persoalan hak kesehatan reproduksi di Kabupaten Padang Pariaman oleh kaum laki-laki.
  3. Menyusun rekomendasi untuk memperkuat dukungan kaum laki-laki terkait komitmen bersama untuk memperjuangkan pemenuhan dan perlindungan hak kesehatan reproduksi bagi perempuan di Kabupaten Padang Pariaman.

Rangkayo Basa Hotel, Padang – Sabtu, 19 November 2016.

Dialog Masyarakat Kampung Sungkai bersama Pemangku Kepentingan Pemerintahan

Dialog Masyarakat Kampung Sungkai bersama Pemangku Kepentingan Pemerintahan Kel. Lumbung Bukit dan Kel. Kapalo Koto dalam Upaya Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Daerah.

Beberapa tujuan dan hasil yang diharapkan antara lain:

– Mendorong upaya peningkatan partisipasi masyarakat terutama perempuan dalam proses strategi pembangunan.

– Perempuan mampu terlibat dalam pembangunan baik dalam kebijakan yang ada hingga dapat melakukan fungsi kontrol perempuan dalam mengawal pemerintahan daerah dan nagari yang mendukung pemenuhan dan perlindungan hak-hak perempuan.

Mushalla Jabal Nur, Sungkai – Kamis, 10 November 2016.