Layanan Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Perempuan

pemeriksaan-kesehatan-reproduksi

Kegiatan merayakan Hari Kesehatan Seksual Sedunia, 4 September, di Kab.Padang Pariaman dipusatkan di Puskesmas Kec.VI Lingkung. Sekitar 32 perempuan dari kelompok dampingan LP2M datang mengikuti diskusi tentang kespro. Antusias dari mereka terlihat dari pertanyaan yang diajukan seputar kespro,terutama penyakit kanker serviks, dan kanker payudara.Ai??Dari 32 perempuan yang hadir, hanya 20 perempuan dengan kesadaran sendiri melakukan test IVA. Sekali lagi ini tantangan bagi Puskesmas, LP2M dan pihak-pihak terkait.

Kegiatan kerjasama LP2M -Puskesmas Kec.VI Lingkung – BPJS Kab.Padang Pariaman dihadiri oleh Camat Kec VI Lingkung dan kepala Puskesmas VI Lingkung. Pak Camat, menyatakan dukungannya untuk mendorong warga agar mau memeriksakan diri – deteksi dini kanker serviks.Ai??Sejak dimulainya layanan pemeriksaan (gratis) kesehatan seksual dan reproduksi perempuan sekitar 4 (empat) bulan yang lalu , baru 1 orang pasien terdiagnosa mengalami gejala kanker serviks, ungkap dr. Nofriyenti, Kepala Puskesmas Kec.Enam Lingkung, Kab.Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Koto Tinggi, Padang Pariaman – 5 September 2016.


LP2M bekerja sama dengan Puskesmas Lintau Buo I Nagari Lubuk Jantan, Kab.Tanah Datar, melakukan layanan test IVA kepada kelompok perempuan dampingan LP2M di Kec.Lintau Buoi Utara dan Lintau Buo yang dipusatkan di Jrg.Mawar II Nagari Lubuk Jantan.Ai??Sebelum layanan test IVA, para medis dari Puskesmas melakukan presentasi terkait Kespro. Peserta yang berjumlah hampir 40 orang ini sangat antusias mendengarkan presentasi dari puskemas. Pertanyaan yang diajukan berdasarkan pengalaman pribadi, anggota keluarga dan masyarakat sekitar,terkait penyakit kanker serviks, kanker payudara dan persoalan menstruasi.

Dari 39 perempuan yang datang, hanya 13 perempuan yang secara sadar mengikuti test IVA. Bagi perempuan yang dicurigai mengalami kanker serviks diminta untuk melanjutkan pemeriksaan papsmear di puskesmas. Puskesmas memiliki layanan gratis untuk test IVA dan layanan papsmear bagi semua perempuan. Banyak dari mereka yang tidak siap untuk melakukan test IVA. Ini tantangan bagi puskesmas dan LP2M.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perempuan anggota kelompok karena banyak pengetahuan tentang kespro yang didapatkan dan berharap tahun depan dilakukan kegiatan seperti ini, begitu komentar mereka. Menurut dr.Sri Nurul Huda, Kepala Puskesmas Lintau Buo I, Kec.Lintau Buo Utara, Kab.Tanah Datar, Sumatera Barat, saat ini kesadaran perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan (reproduksi) masih minim, terutama di daerah tertinggal seperti di jorong Mawar, Nagari Lubuk Jantan.

Di Jorong Mawar, masih banyak perempuan yang terindikasi mengalami kanker serviks. Dari 11 perempuan yang diperiksa 1 orang diantaranya dicurigai terindikasi kanker serviks, selainnya mengalami peradangan.Ai??Selanjutnya dr.Sri Nurul Huda mengatakan, minimnya sosialisasi (pendidikan dan penyadaran) dan masih malu-nya perempuan mengungkapkan keluhannya, menjadi kendala petugas kesehatan untuk mendeteksi penyakit pada organ perempuan.

Lubuak Jantan, Tanah Datar – 4 September 2016

Diseminasi Hasil Penelitian, Penyusunan Peta Jalan Produksi dan Aplikasi Pewarna Alami

seminar-tenun-19-september-2016

LP2M melalui Seminar dan Lokakarya “Deseminasi Hasil Penelitian dan Penyusunan Peta Jalan Produksi Pewarna Alami Sebagai Sarana Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Alam, Kearifan Lokal, dan Komunitas” mengajak semua stakeholder yang terkait untuk berkomitmen kembali menggalakkan pemakaian pewarna alami di Sumatera Barat.

Kabupaten Tanah Datar, benar-benar serius dalam mengembangkan tenun warna alam dengan motif khas Lintau, hal ini ditandai dengan kehadiran Ketua Dekranasda Kab.Tanah Datar, Ibu Emi Irdinansyah (Ibu Bupati), mulai dari awal (sebagai narasumber) sampai akhir acara semiloka “Diseminasi Hasil Penelitian dan Penyusunan Peta Jalan Produksi dan Aplikasi Pewarna Alami sebagai Sarana Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Alam, Kearifan Lokal dan Komunitas”, Kerjasama LP2M-ASPPUK-UGM-MYBANK FOUNDATION MALAYSIA.

“Virus” pengembangan tenun pewarna alam di Lintau, telah mempengaruhi Pemda 50 Kota. Mereka akan mengembangkan tenun warna alam juga. Hal ini diperkuat dengan kehadiran Bapak Amrinaldi, perwakilan dari Dinas Koperindag Kab.50 Kota.

LP2M menggalakkan pemakaian pewarna alami pada pakaian melalui pendampingan yang dilakukan pada pengrajin tenun di Sawahlunto dan Tanah Datar. Penggunaan pewarna alami pada kain tenun bukanlah hal baru di Indonesia. Tradisi ini telah dimulai dan menjadi warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Sejarah mencatat Indonesia pernah menjadi penghasil pewarna alami “blue indigo” terbesar di pasar dunia pada saat penjajahan Belanda dari tahun 1602 sampai 1942 (Heyne, 1987).

Zat pewarna sintesis merupakan zat warna yang berasal dari zat kimia, yang sebagian besar tidak dapat digunakan sebagai pewarna makanan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama fungsi hati di dalam tubuh kita.Ai??Sedangkan pewarna alami merupakan zat warna yang berasal dari ekstrak tumbuhan (seperti bagian daun, bunga, biji) yang telah digunakan sejak dahulu sehingga sudah diakui bahwa aman jika masuk kedalam tubuh.

Pemuda Pemudi Pelopor Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2016

pemudi pelopor

Selamat untuk Fitri Yunani.

Anggota Kelompok Kramat Sakti di Jorong Pamasihan Nagari Lubuk Jantan Kec.Lintau Buo Utara, Kab.Tanah Datar yang telah menarik perhatian tim juri dengan pengembangan tenun warna alam dalam Pemilihan Pemuda- Pemudi Pelopor sehingga terpilih sebagai Pemudi Pelopor Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2016. Untuk selanjutnya akan berlaga ditingkat nasional. Doa kami bersamamu Fitri.

Kamu menginspirasi bagi perempuan tenun lainnya dan kelompok perempuan lain untuk maju bersama.

Bersama LP2M, Sumber Air Jadi Dekat

air dimanfaatkan untuk kebutuhan RT

PARIAMAN – Lima jeriken ukuran 10 liter berjejer di bawah kran yang mengucur dari sebuah tangki air. Begitu jerikennya sudah penuh, Erianti mengangkatnya ke gerobak dan membawa ke rumah, yang berjarak sekitar 7 meter dari bak penampung.

“Sejak kran umum ini ada, saya tidak perlu menuruni lembah sejauh 1 kilometer mengambil air,” ujar Erianti dengan wajah sumringah.

Warga Korong Hilalang Gadang, Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman tersebut pantas senang. Sebelumnya, warga di korong tersebut harus menuruni lembah menuju sumber air terdekat untuk kebutuhan air bersih yang berjarak 500 meter hingga 1 kilometer dari pemukiman. Dari mata air tersebut, warga harus mendaki hingga 40-an meter ke pemukiman yang memang terletak di dataran lebih tinggi.

Keterisolasian terhadap sumber air bersih sudah berlangsung lama, sejak korong ini ada sampai pascagempa 30 September 2009. Selama ini persoalan air bersih di daerah tersebut tidak pernah terjawab.

Setelah Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) bekerjasama dengan Hilfswerk der Kirchen Schweiz Evangelischen (HEKS), sebuah lembaga kemanusiaan dari Swiss datang keterisolasian warga Hilalang Gadang akan kebutuhan air bersih terjawab.

Air yang berasal dari mata air dinaikkan menggunakan teknologi panel surya, memasang sebuah alat di sumber mata air yang berfungsi menangkap panas matahari. Panas matahari nantinya menjadi sumber tenaga untuk menaikkan air ke pemukiman yang berada pada ketinggian sekitar 10 meter dari sumber air.

Air tersebut ditampung di bak penampungan. Dengan cara seperti ini masyarakat tidak perlu lagi menuruni lembah untuk mendapatkan air tetapi cukup ke bak penampung yang dibuat di beberapa titik, sesuai daerah penyebaran warga.

Direktur Eksekutif LP2M, Fitriyanti mengatakan penyediaan air bersih dan sanitasi (water and sanitation hygienis/WASH) merupakan satu dari tiga program yang saling terintegrasi, program pemulihan ekonomi dan pengurangan risiko bencana.

Khusus untuk fasilitas pengadaan sumur pompa (solar pumps), selain dibangun di Hilalang Gadang, fasilitas serupa juga dibangun di Korong Pasa Dama (pada dua tempat) dan Korong Kampung Bonai. Di Hilalang Gadang pemakaian sumur pompa diresmikan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, November 2011.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada LP2M dan HEKS, terutama warga, karena telah meringankan beban pemerintah daerah. Dan yang paling penting kami minta fasilitas yang ditinggalkan LP2M bersama HEKS ini dapat terpelihara dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Ali Mukhni.

Sedangkan dua daerah lain di Kota Padang yaitu Kelurahan Gunung Sarik dan Cupak Tangah, dibangun sumur cincin dan WC. “Target kita dalam program ini agar mereka mudah mendapatkan air bersih,” kata Manajer Program Rifai Lubis kepada Singgalang, Selasa (27/3).

Dalam pelaksanaan program ini, LP2M menggunakan pendekatan partisipatoris yang terpadu dan berbasis di semua proyek. Pendekatan yang berkelanjutan ini dapat mencapai hasil menengah dan jangka panjang, serta membantu masyarakat untuk mengurangi kerentanan di masa depan agar menjadi lebih tangguh dan tahan terhadap bencana di masa mendatang.

Simulasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal

Lomba Pertolongan Pertama Gawat Darurat dalam Jambore Komite Siaga Bencana di Kayu Tanam

Pd. Pariaman ai??i?? Singgalang – Pelatihan mitigasi bencana yang dilaksanakan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) bekerjasama dengan Hilfswerk der Kirchen Schweiz Evangelischen (HEKS), sebuah lembaga kemanusiaan dari Swiss, amat terasa manfaatnya oleh warga Korong Hilalang Gadang, Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman.

“Kami merasakan manfaat setelah mengikuti pelatihan mitigasi bencana ini, kami yakin lebih siap dari sebelumnya jika menghadapi bencana yang datang,” ujar Wakil Koordinator Kelompok Siaga Bencana (KSB) Korong Hilalang Gadang, Nurbaiti.

Sebagai seorang korban yang ikut merasakan peristiwa gempa 30 September 2009, penilaian positif Nurbaiti cukup beralasan dalam program Pengurangan Risiko Bencana (Disaster Risk Reduction DRR) yang digelar Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) bekerjasama dengan HEKS tersebut.

Selain menambah pengetahuan tentang bencana, Nurbaiti juga mendapat berbagai keterampilan, seperti mendirikan tenda, melakukan tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakan (P3K) dan sebagainya.

“Sewaktu terjadi gempa 2009, saya benar-benar bingung tidak tahu apa yang mesti dikerjakan, saya hanya bisa termenung di depan rumah dengan penuh ketakutan, tapi setelah saya mendapat pelatihan ini, saya sudah siap menghadapinya,” ujar Nurbaiti.

Pendapat senada juga dikatakan Robi Sugara. Dia yang menjabat sebagai koordinator logistik dalam kegiatan simulasi gabungan tersebut, merasakan manfaat dari pelatihan dan simulasi yang digelar LP2M selama ini.

“Apalagi dalam simulasi gabungan ini, skenarionya benar-benar dibuat seperti keadaan sebenarnya,” ujar Robi yang berasal dari KSB Gunung Sarik, Padang.

Program Officer DRR LP2M, Fatahuddin mengatakan, pelaksanaan simulasi gabungan ini diikuti sekitar 140 orang yang berasal dari enam KSB di Kabupaten Padangpariaman dan Padang.

Keenam KSB yang dibentuk atas inisiasi LP2M dan HEKS tersebut, KSB Korong Hilalang Gadang, dua KSB di Korong Pasa Dama, KSB Kampung Bonai dan dua KSB di Kelurahan Cupak Tangah dan KSB Kelurahan Gunung Sarik, Padang.

“Secara umum kita merasa puas dengan apa yang diperlihatkan enam KSB dalam kegiatan ini,” ujar Fatahuddin.

Meski memuji kinerja anggota keenam KSB bentukan LP2M dan HEKS, Fatahuddin tak berpuas diri. “Masih ada sedikit kekurangan, terutama dalam komunikasi antaranggota KSB. Kita perlu mencari format yang tepat dalam pola komunikasi, ini sangat penting karena dalam manajemen bencana yang paling penting adalah koordinasi,” ujarnya.

PME Consultant for Indonesia HEKS, Rolf Schleyer turut menyatakan kepuasannya saat mengevaluasi pelaksanaan simulasi bencana di Korong Hilalang Nagari Parit Malintang. “Sekarang tergantung kepada mereka untuk mempertahankan sesuatu yang sudah mereka miliki ini,” ujarnya.

Meskipun begitu, Rolf meminta jangan cepat puas diri atas pengetahuan yang sudah dimiliki masyarakat di daerah binaan LP2M dan HEKS karena masih perlu diuji lagi.

“Kesiapsiagaan ini harusnya milik semua orang, apalagi daerah ini berpotensi besar terjadinya bencana, jadi perlu ada kesiapan dari atas, pemerintah dan kesiapsiagaan dari bawah, masyarakat,” ujarnya.

Kurangi Resiko Bencana Longsor dengan Rumput Vertiver

veritlizer rumput

RANAHBERITA Untuk mengurangi resiko bencana longsor yang mengancam masyarakat di Korong Hilalang Gadang, Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, pegiat lingkungan mengkampanyekan agar menanam rumput vertiver, Minggu (26/10/2014).

Aksi itu dilakukan oleh Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyakat (LP2M), Wahli Sumbar, Mapala IAIN Imam Bonjol, dan Koma Unand.

Aksi nyata tersebut dimaksudkan agar masyarakat Korong Hilalang sadar lingkungan dan pentingnya menjaga tanah di kawasan tersebut. Sebab kawasan Korong Hilalang Gadang, sangat rawan bencana longsor. Sisi lainnya, masyarakat juga diajak melakukan budi daya, pembibitan, dan penanaman. Karena vertiver tersendiri juga memiliki nilai ekonomis.

Kegiatan ini dimaksudkan menciptakan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana dangan memanfaatkan keadaan lingkungannya sendiri. Mengingat 13 Oktober kemarin, merupakan hari pengurangan risiko bencana internasional.

Fabio Dinasti selaku Supervisor Wilayah Padang Pariaman dari LP2M mengatakan, Korong Hilalang Gadang, sebagai kawasan binaan dari LP2M saat ini sangat rawan longsor. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil analisa resiko bencana dari KSB bersama masyarakat Korong Hilalang. Sebab, kendisi tanahnya rekosol/tanah pasamen. Ditambah lagi dengan masyarakat berprofesi sebagai pengrajin batu bata yang setiap harinya menggali tanah. Kondisi ini menjadi faktor pendukung terjadinya longsor.

“Kalau terjadi hujan di kawasan Korong Hilalang Gadang, longsor akan mengacam keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kampanye ini dilakukan sebagai langkah mitigasi dan pengurangi resiko bencana. Karena berdasarkan hasil survei, Sumbar merupakan market bencana, dan Korong Hilalang sangat rentan terjadi longsor.

Sementara, Perwakilan KSB Korong Hilalang Al Putra dalam kesempatan tersebut menyampaikan banyak ucapan terima kasih atas perhatian LP2M, Walhi, dan mahasiswa. Diakuinya, kawasan Korong Hilalang sangat rentan longsong, kemudian besar harapan kepada pemerintah sesegera mungkin melakukan pencegahan.

“Kami menyambut dengan tangan terbuka niat dan tujuan LP2M, Walhi, serta mahasiswa dalam mitigasi bencana di Korong Hilalang Gadang,” tuturnya.

Upaya Mitigasi Ancaman Longsor Melalui Penanaman Rumput Vertiver

Mitigasi_vertiver

Bulan Oktober 2014 lalu, LP2M (Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat) bersama masyarakat Korong Hilalang, Nagari Parit Malintang, Kec.Enam Lingkung, Kab.Padang Pariaman telah melakukan pembibitan rumput vetiver atau akar wangi yang diyakini mampu sebagai penyangga tanah karna akarnya yang banyak dan kuat. Dan perlu menunggu 2 Bulan hingga tingginya layak di tanam di lereng bukit atau area rawan longsor.

Dan hari ini (14/1/2015), sesuai kesepakatan jadwal dengan KSB (Komite Siaga Bencana) dan KPUK (Kelompok Perempuan Usaha Kecil) Hilalang Gadang, dilakukan pemindahan bibit-bibit yang sudah setinggi sekitar 80cm ditanam di titik yang sudah ditentukan sebelumnya. Penentuan titik tanam berdasarkan hasil pertemuan kelompok berkala, yang mengkaji area mana rawan terhadap ancaman longsor dan memiliki tingkat risiko tinggi bagi masyarakat sekitar lereng. Dan ada 4 titik yang semuanya berada di belakang rumah warga. Titik ini berada di atas bukit yang terjal.

Dalam proses pemindahan, sebelumnya dilakukan penyortiran bibit sambil membersihkannya dari rumput lain dan ditargetkan 100 bibit bisa tertanam pada hari ini. Kemudian, dengan semangat gotong royong, satu per satu bibit-bibit yang sudah disortir tersebut ditanami. Gotong royong ini melibatkan perwakilan anggota KPUK dan KSB, staf LP2M, utusan dari Walhi Sumatra Barat dan Mapala Alphicanameru IAIN Padang.

Rencana tindak lanjut kedepan yaitu bibit yang masih bersisa akan dipindahkan ke pekarangan rumah anggota kelompok masing-masingnya. Dan akan terus dikembangkan dengan harapan bisa menambah penghasilan ekonomi dengan penjualan bibit. Serta upaya mitigasi akan terus dilakukan dengan menanam bibit-bibit ini di daerah rawan sesuai analisa risiko bencana di Korong Hilalang Gadang.

Mendorong Kebijakan dan Implementasi Program yang Responsif Gender

KKG_PRB

Workshop ini melibatkan narasumber dari Badan PP dan KB, BPBD, dan Forum PRB (Pengurangan Risiko Bencana) Provinsi Sumatra Barat. Dalam paparan masing-masing narsum menegaskan bahwasanya pengarusutamaan gender perlu menjadi perspektif dalam upaya pengelolaan risiko, pembangunan, kebijakan yg dikeluarkan pemerintah.

Menurut perwakilan dari Forum PRB, Khalid Saefullah, melalui paparannyaAi?? “yang perlu direkomendasikan dalam rencana aksi sebagai langkah kerja dari KKG Provinsi Sumatra Barat yaitu 1. Melakukan analisis indikator kesiapsiagaan, kerentanan dan PRB sesuai ancaman bencana, 2.Mereview dokumen PRB dan 3.Mendorong penyusunan RAD-PRB Sumatra Barat.”

Agenda ini berlangsung selama 2 hari, 11- 12 November 2014, dengan kegiatan berupa paparan dan diskusi tanya-jawab yang difasilitasi oleh Uni Lany Verayanti dari Field Bumi Ceria .

Berkaitan dengan data, BPS perlu dilibarkan dalam kegiatan KKG kedepannya. “BPS merupakan bank data yg tentunya sebagai pusat segala informasi dan data yg dibutuhkan dalam membantu kerja-kerja kita, maka dari itu mereka perlu dilibatkan” Ujar Uni Lany. “LP2M harus menghubungi dan melibatkan BPS untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya” tambahnya.

Tujuan dari adanya rencana aksi KKG ini untuk memberikan panduan dan arahan di dalam menyusun kebijakan, program dan kegiatan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan monev yg responsif Ai??gender pada setiap tahapan pembangunan.

LP2M bekerjasama dengan Badan PP dan KB Provinsi Sumatra Barat membangun komitmen bersama lintas SKPD dan unsur lainnya dalam mendorong implementasi dari KKG Ai??Provinsi Sumatra Barat.

“Bagaimana dalam program dan kebijakan di SKPD terkait yang ada di Sumatera Barat dan organisasi-organisasi pelaku PRB, program yang dilakukan berperspektif gender kedepannya” tutur Rizki Permana, Koordinator Program LP2M dalam penyampaian harapannya dari kegiatan ini. )

Perempuan dan Ladang

 

Rahmah di Ladang Tanaman Kangkung Urat Komoditi unggulan Lapau Munggu

Rahmah itulah nama saya. Saya tinggal di daerah pinggiran Kota Padang , mungkin masyarakat Kota Padang pun tidak banyak yang tahu dengan wilayah ini. Tepatnya Guo Kampung Anau, Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji. Kegiatan sehari-hari saya adalah berladang , beternak serta berdagang di warung kecil depan rumah.

Saya adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara,kami hidup dengan kesederhanaan. Saya senang untuk berladang ,dan beternak ayam. Saya menanam sayur kangkung urat atau kami sering menyebutnya “Lalidih Ladang”. Sayur ini terjual laris di pasar tradisional khususnya Pasar Siteba.

Berladang, saya lakukan sendiri mulai dari membersihkan tanah, mencangkul, menanam serta panen. Bangun di pagi hari dan langsung ke ladang, panen adalah hal terindah bagi saya. Selain Berladang saya beternak ayam, namun pada saat ini musim hujan serta penyakit ayam sehingga banyak ayam saya yang mati secara tiba-tiba. Warung di depan rumahpun sekarang juga andalan saya membantu biaya keluarga.

Ladang tak dapat saya tinggalkan dengan niat melestarikan tanah ulayat agar lebih produktif. Ladang juga tumpuan hidup 70 perempuan di daerah ini.

Kehidupan di sini menjadikan saya perempuan yang kuat. Memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bekerja keras adalah hal yang biasa bagi kami di lingkungan ini. Setiap hari ke ladang dengan menghasilkan 100 ikat sayur perhari dengan harga jual 6000/ikat.

Kebanggaan itu terasa lebih bermakna setelah saya berhasil membesarkan dan menjadikan adik bungsu saya seorang sarjana. Tak henti rasanya tawa ini ketika menghadiri wisuda adik. Dan. menatap ladang ini yang begitu bermakna bagi kami.

Peningkatan Kemampuan Pengelola Lembaga Keuangan Perempuan

Pelatihan Manajemen Keuangan dan Mobilisasi Modal LKP

Manajemen keuangan merupakan pengelolaan terhadap fungsi-fungsi keuangan, meliputi bagaimana memperoleh dana dan bagaimana menggunakan dana tersebut.

Fungsi dan tugas manajemen keuangan adalah salah satu yang penting di dalam manajemen yang merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan pemanfaatan sumber daya keuangan dalam kegiatan entitas secara efisien dan efektif.

Pelatihan ini bertujuan:
1. Peningkatan kapasitas pengurus LKP serta KPUK (Kelompok Perempuan Usaha Kecil) dalam pengelolaan keuangan serta memobilisasi modal kelompok sehingga mampu mengelola, menyusun laporan keuangan keuangan lebih baik, serta mampu meningkatkan akses mobilisasi modal.
2. Pengurus LKP dan KPUK bisa menunjukkan laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal) sehinggan pihak perbankan atau pihak ke-3 dapat mempertimbangkan lebih cepat dalam pengambilan keputusan (pencairaan atau tidak sebuah pengajuan pinjaman.

Dalam situasi demikian, peningkatan motivasi dan kapasitas pengurus serta anggota dalam dalam manajemen keuangan – mobilisasi modal LKP sangat penting untuk di lakukan agar jumlah modal meningkat serta LKP terus berkembang.

Pelatihan Manajemen Keuangan dan Mobilisasi Permodalan LKP secara sistematis akan memberikan langkah-langkah pengelolaan keuangan serta cara untuk mengakses modal dapat membuat LKP semakin berkembang membantu untuk pengelolaan pembukuan serta meningkatkan pemahaman peserta tentang peluang dalam mobilisasi modal .

Peserta berjumlah sebanyak 27 orang terdiri dari Pengurus LKP, Pengurus Jarpuk Gapermita, Pengurus masing-masing KPUK dan perwakilan pengurus KPUK dari Pariaman

Pelatihan ini di Fasilitasi oleh Dahlia Oktaviano tanggal 29-30 November 2014. Diskusi denganIbu Nursyamsi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang serta Pendiri Bank Petani, Masril Koto pada tanggal 31 November 2014. Diadakan di Hotel Savali Jl.Hayam Wuruk No 31-32 Padang.