Mubes Jarpuk Gapermita KE – V

lp2m_permampu

 

Musyawarah Besar Jaringan Perempuan Gabungan Mitra Usaha (MUBES JARPUK GAPERMITA) ke V . Musyawarah Besar adalah forum pemegang kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi. MUBES ini diadakan setiap sekali 3 tahun.

Diadakan tanggal 21 November 2014 di Jalan Koto lalang Kel. Koto lalang Kec. Lubuk Kilangan- Kota Padang, tepatnya di Salah satu rumah PUK (Perempuan Usaha Kecil) Nurmaini. Acara ini dihadiri oleh Pengurus JARPUK GAPERMITA, Pengurus Lembaga Keuangan Perempuan (LKP) serta perwakilan masing-masing Kelompok Perempuan Usaha Kecil (KPUK). Jumlah peserta yang hadir 20 orang.

Acara ini berlangsung santai namun tertib. Dimulai dari jam 09.00 wib – 16.00 wib dengan 3 kali sidang pleno. Pimpinan sidang terpilih adalah Ayu Sriwahyuni yang merupakan pendamping dari JARPUK Gapermita serta Yulda Hafril dari KPUK Rosella.

Ada 16 agenda MUBES, namun ada empat agenda terpenting yang dibahas. Agenda pertama pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus periode 2011-2014, dapat diterima dan disahkan setelah diberikan beberapa tanggapan oleh peserta MUBES.

Pada periode MUBES ke -V ini, pemilihan pegurus diadakan secara mufakat dengan nama bakal calon pengurus : Yuldahafril, Melgusrianti, Afrida, Junida, Yuslinda, Desfi Sandri Anita, Rahmah , Rita Nurmi.

Agenda ke dua, memilih dan menetapkan Pengurus untuk periode berikutnya. Beberapa bakal calon mengemukakan ketidak sanggupan untuk menjadi pengurus karena alasan kesibukkan serta belum mampu memimpin.

Pengurus terpilih pada periode 2014-2017 adalah ;
1. Desfi Sandri Anita dari KPUK Mawar Putih sebagai Ketua
2. Melgusrianti dari KPUK Gunung Sarik Saiyo sebagai Bendahara
3. Yuldahafril dari KPUK Rosella sebagai sebagai Sekretaris
Agenda Ketiga, merumuskan dan menetapkan Rencana Kerja 2014-2017. Adanya pencapaian yang telah di capai oleh pengurus periode 2011-1014 . Maka peserta MUBES sepakat Rencana Kerja yang di buat masih memiliki relevansi dengan capaian target sebelumnya. Sehingga untuk Rencana Kerja meneruskan yang telah di buat pada MUBES ke IV 2011.
Agenda ke empat, membahas dan menetapkan Anggaran Dasar. Perubahan AD pada BAB III , tentang Kelembagaan tepatnya pasal 10 Organisasi.
ai??? Untuk pencapaian visi dan misi Gapermita membangun kemitraan dengan LKP dalam bentuk;
ai??? Pengurus Gapermita dengan pengurus LKP ;
1. menetapkan KPUK yang akan mendapat pinjaman,
2. menyelesaikan persoalan-persoalan pinjaman KPUK
3. menetapkan jumlah dana yang boleh dikelola KPUK sesuai dengan kemampuan pengelola.
4. Bersama Jarpuk memutuskan jumlah pinjaman yang diajukan oleh KPUK
5. melakukan asistensi dan pendampingan terhadap KPUK
Enam Surat Keputusan (SK) yang di keluarkan pada MUBES ke -V yaitu :
1. Pengesahan Agenda dan Tata Tertib MUBES GAPERMITA
2. Pengesahan Presidium Sidang MUBES
3. Pengesahan Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus GAPERMITA periode 2011 – 2014
4. Pengesahan Rencana Kerja GAPERMITA periode 2014-2017
5. Pengesahan AD
6. Pengesahan Pengurus Gapermita Periode 2014-2017

Menikah Usia Anak

menikah-usia-anak

Berawal dari sebuah penelitian tentang Kesehatan Alat Reproduksi yang dilakukan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) pada Januari-April 2014, saya bertemu dengan perempuan tangguh, dengan inisial AY.

AY perempuan berumur 55 tahun penduduk asli daerah Kuranji tepatnya Lapau Munggu. AY anak kedua dari 3 bersaudara, kedua saudaranya laki-laki. Ibunya meninggal pada saat melahirkan adiknya yang ketiga, AY tinggal bersama “gaek” (neneknya). AY kecil hanya sekolah sampai kelas 1 SD karena pada saat itu sekolah sangat jauh dan susah aksesnya. Pada usia 15 tahun AY dicarikan seorang suami oleh neneknya yang merupakan anak kampung sebelah, laki-laki itu berumur 18 Tahun.

Pada masa itu AY menolak untuk dinikahkan karena merasa masih sangat kecil, namun AY tidak dapat menolak permintaan neneknya yang ingin menikahkannya dengan pria yang belum di kenalnya. Pada hari pernikahanlah AY baru melihat bentuk suaminya seperti apa. Setelah menikah AY tidak tinggal serumah dengan suaminya karena AY masih berumur 15 tahun, suaminya tinggal bersama orang tuanya dan AY tinggal bersama neneknya.

Suaminya hanya pulang di siang hari itupun pada acara kebesaran seperti : bulan puasa, Sebelum Lebaran Idul Fitri , Lebaran Haji, dan Maulid Nabi SAW. Ketika pulang suami AY memberikan belanja dan daging untuk dimasak dihari lebaran nanti setelah itu suaminya pulang lagi kerumah orang tuanya , ataupun melakukan pekerjaan tanpa bertatap muka dengan AY istrinya, pada saat itupun yang menghidangkan nasi untuk suami AY adalah neneknya.

Hal seperti ini berlangsung selama 3 tahun. Setelah berumur 19 tahun AY mulai mengerti arti menjadi seorang istri yang dulunya tidak mau berjalan bersama suaminya, setelah itu mau berjalan dengan suaminya dan baru tinggal serumah. Hamil pada usia 19 tahun AY tidak mempunyai pengetahuan kehamilan. Pada saat kehamilan pertama tidak bercerita pada siapapun, yang mengetahui AY hamil adalah neneknya karena gejala yang AY alami sama dengan almarhum ibunya.

Wawancara yang dilakukan berlanjut pada cerita AY punya anak berapa. AY menjawab dengan mata yang cerah dan berbinar sambil tertawa kalau dia sudah sepuluh kali hamil, 7 kali melahirkan dan 3 kali keguguran. AY keguguran 3 kali yaitu: Pada anak yang ke 6 (AY merasakan pingangnya sangat sakit setelah itu keluar begitu saja ketika AY sedang bekerja seperti rasanya ingin buang air kecil tapi yang keluar berupa janin, seperti sebuah balon yang berisi seperti cicak ketika AY angkat jatuh, itu ketika kehamilan AY berumur 3 bulan. AY mengatakan hal ini pada suami dan menguburkannya), anak ke 7 AY dilarikan ke bidan dan dikorek, anak ke 9 AY pendarahan.

“Hal ini karena saya bekerja terlalu keras sebagai penjemur cengkeh sehingga berakibat buruk pada kehamilan. Cengkeh itu panas, berdampak keguguran pada janin,” katanya.

Ketika melahirkan anak ke-10 di RS M Djamil, AY harus menjalani operasi pada usia kandungan 9 bulan. “Kehamilan kali ini lebih berat saya rasakan, karena setiap hamil saya muntah. Saya tidak makan sampai usia kandungan 3 bulan, hanya bisa tidur setelah usia 9 bulan. Perut saya sangat sakit,” ujarnya.

AY melanjutkan cerita. Saat pergi ke bidan, ia tak juga melahirkan. “Setelah itu saya pulang lagi walaupun sudah pendarahan. Lalu kembali lagi ke bidan dan disuruh banyak jalan agar mudah melahirkan. Walaupun sudah kesakitan, tapi saya tetap menjalani anjuran bidan untuk berjalan. Belum juga lahir akhirnya saya di rujuk ke RS.M.Djamil melahirkan seorang anak laki-laki dengan berat 1 kg sangat kecil dan kuning dengan operasi setelah melahirkan saya tidak sadar lagi karena pendarahan hebat saya langsung steril.

Dari hal yang di alaminya mulai dari kurang pendidikan, pernikahan di usia anak serta pengalamannya keguguran ayang memberikan saran, “untuk perempuan bahwa pendidikan penting agar lebih maju, menikah pada usia yang tepat , serta peduli dengan kesehatan reproduksinya”.

Kelompok Perempuan Jorong Pamasihan Nagari Lubuak Jantan Tanah Datar

Kelompok Perempuan

Bangga punya salah satu kader-anggota kelompok perempuan di jorong Pamasihan Nagari Lubuak Jantan kab Tanah Datar,Sumbar, yang mengangkat jorong dan nagarinya, kr terpilih menjadi anak muda berprestasi se. Kab.Tanah Datar dg unggulan pengembangan tenun warna alam. Banyak para petinggi dr kalangan pemda dan akademisi berkunjung ke jorong yg jauh di pedalaman nagari ini. Tapi di sisi lain,ada pertanyaan besar dl benakku.. Mengapa harus ada dulu yg bersinar..baru mereka berkunjung ?

Diskusi Identifikasi Kasus-kasus Pelanggaran HKSR

Pertemuan Perempuan Muda

Diskusi Periodik FMS dengan tema “Identifikasi Kasus-kasus Pelanggaran Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) serta Menyepakati Upaya Penanggulangannya di Kabupaten Padang Pariaman”

Dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor SEKDA
Kab. Padang Pariaman, Selasa – 26 Juli 2016.

Dari pertemuan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi dari peserta diskusi, antara lain :
– Keluarga menjadi basis utama untuk mendiskusikan tentang kesehatan reproduksi kepada anak sesuai tingkatanAi??/ level umur anak.
– Perlu sinergi antara lembaga terkait untuk menurunkan angka kasus kekerasan seksual.
– Pemerintah perlu membuat PERDA tentang penghapusan kekerasan seksual
– Pemerintah Nagari mengeluarkan PERNA tentang penindakan bagi pelaku kekerasan kekerasan seksual.
– Mendorong Nagari untuk mengeluarkan kebijakan / program serta menambah anggaran untuk konselor remaja.
– Koordinasi Dinas Kesehatan dan KAMENAG agar pada saat imunisasi catin diberikan juga pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.
– Dinas Kesehatan bekerjasama dengan pihak Kecamatan / Nagari untuk membentuk konselor sebaya bagi remaja yang fokus pada masalah kesehatan reproduksi.

Bimbingan Teknis Desain Fashion Tenun

Bimtek

Disela-sela Pelatihan Bimbingan Teknis Desain Fashion Tenun di sanggar Batenggang di Banang Sahalai di Jrg.Tj Modang, Nagari Tj. Bonai, Kec. Lintau Buo Utara, Kab.Tanah Datar, telphone berdering,..ternyata dari Ibu Muffidah Kalla. Beliau menanyakan bagaimana perkembangan tenun di Lintau, tentang LP2M dan programnya, kondisi penenun dan sangat berterima kasih kepada LP2M karena jauh2 dari Padang melakukan penguatan dan pendampingan pada penenun di Lintau. Begitu informasi dari staf pendamping LP2M yang bertugas di Lintau.

Pelatihan Bimtek Desain Fashion Tenun bertujuan mengembangkan tenun motif lama yang ada di Tanah Datar khususnya Lintau..seperti selendang tenun yg diproduksi thn 1920, 1925, dst.

Peserta pelatihan berjumlah 15 orang penenun terbaik yg 10 orgnya berasal dr kelp tenun dampingan LP2M.

Pembukaan dihadiri oleh Ibu Emi, istri bupati Kab.Tanah Datar, Pak Hakim Kadis Koperindagpastam Tanah Datar, Ibu Atice sang instruktur dari Dekranasda Jakarta, Pak Camat Lintau Buo Utara? Wali Nagari Tj. Bonai, Wali Jrg Pamasihan dan Tj.Modang.

Semoga ini akan membangkik batang tarandam tuk para penenun Lintau..umumnya Tanah Datar.

Miniworkshop Bersama I-DO7

Miniworkshop I-DO7

Miniworkshop bersama dengan I-DO7 team dari National Chiou Tung Univ Taiwan, berbagi pengetahuan tentang isu pertanian yg terjadi di Taiwan – pertanian versus industri, dan praktek membuat peralatan dan material dg konsep keberlanjutan lingkungan ; praktek membuat kompor hemat energi dg menggunakan kaleng bekas, praktek membuat bio arang yg terbuat dari sekam padi yg dapat digunakan utk menetralisir tanah yg telah tercemar bahan kimia, praktek membuat mikroorganisme dg metode kering dan basah dari campuran sekam, dedak padi, gula merah- air (tuk metode basah)- mikroorganisme ini berfungsi utk menyuburkan tanah, praktek membuat enzym yg dibuat dari kulit jeruk,semangka- ini bisa dimanfaatkan tuk membersihkan lantai dan menghilangkan bau yg tak sedap… dan praktek membuat saringan air agar air yg kotor jernih dan sehat untuk dipergunakan memasak. Akhirnya foto bersama. Terima kasih I-DO7, Apple Lu dan Keumyong atas sharing dan pengalaman berharga ini.

Pertemuan Perempuan Muda Kabupaten Padang Pariaman

Perempuan Muda lp2m

Pantai Gandoria, Pariaman – Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Muda Sedunia, menghadirkan Narasumber Bapak H.Muzhardi sebagai Kasubbid BKR ( Bina Ketahanan Remaja ) BKKBN Sumbar.Ai??Dihadiri oleh Duta Mahasiswa Genre Foto Genic Putri Sumbar 2016. Tidak lupa dibagikan suvenir dari LP2M untuk Perempuan Muda.