Padang | lp2m.or.id – Petani Milenial Sejahtera Aia Tajun melaksanakan panen kangkung organik di lahan belajar demplot Sekolah Lapangan 2, Nagari Aia Tajun. Kegiatan ini menandai capaian penting dalam proses pembelajaran pertanian organik yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas, solidaritas, dan kemandirian ekonomi kelompok.
Lahan belajar demplot berfungsi sebagai ruang praktik sekaligus ruang refleksi bersama. Di lokasi ini, anggota kelompok tidak sekadar menanam dan memanen, tetapi terlibat aktif dalam seluruh proses budidaya. Selama masa tanam, kelompok secara kolektif mengamati pertumbuhan tanaman serta mengevaluasi pengaruh faktor alam seperti kondisi tanah, ketersediaan air, angin, dan sinar matahari terhadap kualitas dan produktivitas kangkung organik.
Kangkung yang dipanen merupakan hasil penerapan perlakuan pertanian organik yang dipelajari dan diuji langsung oleh kelompok. Proses ini memperkuat pemahaman anggota bahwa pertanian berkelanjutan membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta pengetahuan yang terus dikembangkan melalui pengalaman lapangan.
Dari sisi ekonomi, panen kangkung organik memberikan nilai tambah nyata bagi kelompok melalui penjualan hasil panen. Namun, manfaatnya tidak berhenti pada aspek ekonomi semata. Sebagian hasil panen juga diolah dan dinikmati bersama dalam kegiatan makan bersama anggota kelompok. Momen ini menjadi ruang mempererat kebersamaan, memperkuat semangat gotong royong, serta menegaskan bahwa hasil pertanian bukan hanya komoditas, tetapi juga simbol kerja kolektif dan solidaritas.
Melalui kegiatan panen ini, Petani Milenial Sejahtera Aia Tajun menunjukkan bahwa pertanian organik dapat menjadi jalan pembelajaran, penguatan sosial, dan peningkatan ekonomi secara bersamaan. Sebuah praktik baik dari akar rumput yang relevan dengan tantangan pertanian berkelanjutan dan kemandirian petani muda hari ini.



