Padang | lp2m.or.id – Kelompok Petani Millenial Sejahtera Aia Tajun terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian pangan melalui pengelolaan lahan belajar yang dikelola secara mandiri. Dengan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim dan perlakuan organik, kelompok ini menjadikan lahan sebagai ruang pembelajaran sekaligus sumber produksi pangan berkelanjutan bagi keluarga anggota.
Memasuki persiapan menjelang Bulan Ramadhan, kelompok mulai membuka dan menyiapkan lahan belajar ketiga. Lahan ini direncanakan untuk penanaman komoditas sayuran harian seperti kangkung, bayam, dan kacang panjang, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Langkah ini tidak hanya bersifat responsif terhadap kebutuhan musiman, tetapi juga mencerminkan perencanaan pangan berbasis rumah tangga yang berorientasi pada ketahanan jangka panjang.
Selain persiapan tanam, kelompok secara rutin melakukan perawatan lahan belajar yang telah ada. Kegiatan panen kacang panjang dilakukan secara bersama-sama, menjadi bagian penting dari proses pembelajaran kolektif, berbagi pengetahuan, serta penguatan solidaritas antaranggota. Praktik ini memperlihatkan bahwa lahan belajar tidak hanya berfungsi sebagai media produksi, tetapi juga sebagai ruang penguatan kapasitas dan kemandirian kelompok.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini tetap berjalan meskipun tanpa pendampingan intensif, Kondisi tersebut justru menjadi indikator tumbuhnya kemandirian kelompok dalam mengelola sumber daya, mengambil keputusan, dan menjaga keberlanjutan praktik pertanian yang mereka bangun bersama.
Pengalaman Kelompok Petani Millenial Sejahtera Aia Tajun menunjukkan bahwa ketangguhan pangan keluarga dapat dibangun dari akar rumput, melalui inisiatif kolektif, pembelajaran berkelanjutan, dan pengelolaan lahan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Praktik ini menjadi bukti bahwa kemandirian bukan sekadar tujuan, melainkan proses yang terus diperkuat melalui kerja bersama dan konsistensi di tingkat komunitas.



