Padang | lp2m.or.id- Upaya pemulihan masyarakat pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur dan lahan yang terdampak, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengenali risiko serta potensi yang dimiliki wilayahnya. Dalam kerangka tersebut, LP2M bersama kelompok perempuan dampingan melaksanakan kegiatan Pemetaan Kerentanan dan Potensi Wilayah sebagai bagian dari proses pemulihan berbasis masyarakat di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Kegiatan ini melibatkan Kelompok Perempuan Suko dan Kelompok Perempuan Bunga Setangkai yang selama ini aktif dalam berbagai upaya pemulihan dan penguatan ketahanan masyarakat pascabencana. Melalui proses pemetaan partisipatif, peserta diajak untuk melihat kondisi wilayah secara lebih menyeluruh, mulai dari tingkat kerentanan yang dihadapi, perubahan kondisi lingkungan akibat bencana, hingga potensi sumber daya lokal yang masih tersedia dan dapat dikembangkan.

Pemetaan dilakukan melalui Sekolah Lapangan Penilaian Kerentanan dan Kapasitas Desa secara Partisipatif (PEKKERTI), sebuah metode yang dikembangkan untuk membantu masyarakat memahami kondisi wilayahnya sekaligus merencanakan langkah-langkah pengurangan risiko bencana secara lebih efektif. Metode ini mengadopsi konsep Participatory Vulnerability and Capacity Assessment (PVCA), yang menempatkan masyarakat sebagai sumber utama informasi dan pengetahuan mengenai kondisi lingkungan, pengalaman menghadapi bencana, serta kapasitas yang dimiliki untuk bangkit dan beradaptasi.
Dalam proses pembelajaran, peserta bersama-sama mengidentifikasi area yang terdampak bencana, perubahan bentang alam dan sumber daya yang terjadi setelah bencana, serta berbagai faktor yang dapat meningkatkan atau mengurangi risiko di masa mendatang. Pengetahuan dan pengalaman lokal yang dimiliki peserta menjadi bagian penting dalam penyusunan data dan analisis kondisi wilayah sehingga hasil pemetaan lebih sesuai dengan realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Selain mengidentifikasi kerentanan, kegiatan ini juga menggali berbagai potensi lokal yang dapat mendukung pengembangan pertanian adaptif terhadap perubahan iklim. Berbagai sumber daya yang tersedia, baik berupa lahan, sumber air, pengetahuan lokal, maupun peluang pengembangan usaha pertanian, dipetakan sebagai dasar penyusunan strategi pemulihan yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko yang dihadapi, tetapi juga mampu melihat berbagai peluang yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Hasil pemetaan selanjutnya akan menjadi salah satu dasar dalam merancang kegiatan pemulihan dan pengembangan pertanian adaptif yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.
Padang,11 Mei 2026



