Padang | lp2m.or.id—Di masa remaja dan awal dewasa, banyak perempuan muda menghadapi tanta ngan dalam mengenali jati diri. Tekanan dari lingkungan, standar kecantikan, media sosial, hingga harapan dari orang-orang di sekitar sering kali memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri. Akibatnya, tidak sedikit perempuan muda yang merasa kurang percaya diri, ragu terhadap kemampuan yang dimiliki, bahkan lebih mengenal penilaian orang lain daripada mengenal dirinya sendiri.
Berangkat dari kondisi tersebut, Diskusi Reguler Kelompok Perempuan Muda menghadirkan tema “Siapa Aku?” sebagai ruang refleksi yang mengajak peserta untuk mengenali diri secara lebih mendalam. Kegiatan ini bertujuan membantu perempuan muda memahami bahwa konsep tentang diri seharusnya dibangun berdasarkan pengalaman, nilai, dan potensi yang dimiliki, bukan semata-mata dibentuk oleh pandangan atau penilaian orang lain.
Melalui berbagai metode partisipatif, peserta diajak mengeksplorasi perjalanan mengenal diri dengan cara yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kegiatan diawali dengan permainan “Lampu Merah dan Lampu Hijau” yang mendorong peserta untuk berinteraksi dan membangun kedekatan satu sama lain. Selanjutnya, peserta mengikuti aktivitas berbagi pengalaman, menulis refleksi, menggambar, serta berdiskusi mengenai bagaimana mereka memandang diri sendiri dan faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya rasa percaya diri.
Dalam setiap sesi, peserta didorong untuk mengidentifikasi kekuatan, potensi, dan kualitas positif yang mereka miliki. Mereka juga diajak menerima bahwa setiap individu memiliki kekurangan yang merupakan bagian alami dari proses bertumbuh. Melalui saling berbagi cerita dan memberikan penguatan antarpeserta, suasana diskusi menjadi ruang yang aman untuk mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa membangun kepercayaan diri tidak dapat dilakukan hanya dengan memberikan motivasi sesaat. Dibutuhkan ruang yang memungkinkan perempuan muda mengenali dirinya sendiri, merefleksikan pengalaman hidup, serta memperoleh dukungan dari lingkungan yang menghargai setiap individu apa adanya.
Selain meningkatkan rasa percaya diri, diskusi ini juga memperkuat kemampuan peserta untuk berpikir lebih kritis terhadap berbagai standar dan ekspektasi sosial yang sering kali membatasi perempuan muda. Mereka belajar bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh penampilan, pencapaian, maupun penilaian orang lain, melainkan oleh kemampuan untuk menerima diri, mengembangkan potensi, dan terus bertumbuh.

Melalui kegiatan seperti ini, Kelompok Perempuan Muda tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mendukung kesehatan mental, pengembangan karakter, dan pemberdayaan perempuan muda. Ketika perempuan muda mengenal dirinya dengan lebih baik, mereka akan lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, mengambil keputusan, menghadapi tantangan, serta merancang masa depan sesuai dengan potensi dan cita-cita yang mereka miliki.
Membangun kepercayaan diri adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu. Namun, proses tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu berani mengenal diri sendiri. Dari situlah perempuan muda dapat tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh, mandiri, dan mampu berkontribusi secara positif bagi keluarga, komunitas, maupun masyarakat.
Senin, 22 Juni 2026
Dokumentasi dan data lapangan dihimpun oleh Lusi Anggrayni



