Padang | lp2m.or.id – Gerakan penanaman pangan keluarga tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar atau lahan yang luas. Di Nagari Koto Tinggi, inisiatif tersebut tumbuh dari pekarangan rumah seorang Perempuan Muda bernama Detti, anggota kelompok dampingan LP2M, yang berinisiatif menanam sendiri kebutuhan dapurnya.
Berangkat dari rasa ingin tahu sekaligus kebutuhan sederhana, Detti mulai menanam cabai di pekarangan rumah dengan menerapkan perlakuan organik. Ia memanfaatkan pupuk kompos buatan sendiri serta menggunakan air beras untuk penyiraman tanaman. Praktik sederhana yang kerap terabaikan ini terbukti memberikan manfaat bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Hasil yang diperoleh menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tanaman cabai tumbuh subur dan berhasil dipanen, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dapur keluarga. Keberhasilan tersebut justru menumbuhkan semangat baru bagi Detti untuk terus mengembangkan pekarangannya. Ia mengaku semakin termotivasi untuk menanam, dan saat ini mulai membudidayakan tomat. Tanaman tomat yang ditanamnya telah mulai berbuah, menjadi indikator bahwa upaya kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
Pengalaman Detti menjadi refleksi bahwa ketahanan pangan keluarga dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan pendekatan yang ramah lingkungan, terjangkau, dan mudah diterapkan. Peran perempuan dalam mengelola pangan keluarga tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berkontribusi pada terbangunnya kemandirian dan kedaulatan pangan di masa depan.



