Padang | lp2m.or.id-Perubahan iklim semakin dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan. Perubahan pola curah hujan, meningkatnya suhu udara, hingga munculnya berbagai gangguan terhadap tanaman menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama. Karena itu, upaya membangun kemampuan masyarakat untuk beradaptasi menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kelompok Perempuan Bunga Setangkai dan Kelompok Suko mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Pertanian Adaptif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai isu perubahan iklim, tetapi juga membekali peserta dengan praktik-praktik sederhana yang dapat diterapkan langsung di lingkungan sekitar.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai perubahan iklim dengan perspektif Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), sehingga pemahaman yang dibangun tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan kelompok-kelompok yang rentan terdampak. Melalui diskusi dan pembelajaran bersama, peserta diajak memahami bagaimana perubahan iklim memengaruhi kehidupan sehari-hari serta pentingnya membangun strategi adaptasi yang inklusif.
Selain materi edukatif, peserta juga mengikuti praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan alternatif pupuk yang lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Peserta juga mempelajari teknik memperbenih tanaman sebagai salah satu upaya mendukung ketersediaan bibit secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung praktik pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Pendekatan sederhana seperti pemanfaatan pupuk organik dan penguatan kemampuan produksi benih menjadi langkah nyata yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Dengan semakin banyak masyarakat yang menerapkan praktik pertanian adaptif, diharapkan terbangun sistem pertanian yang lebih tangguh, hemat biaya, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim di masa mendatang.
Padang, 18 Mei 2026



