Rabu, September 30, 2026
  • Login
LP2M
  • Tentang
  • Agenda
  • Kontak
  • Publikasi
    • INFO KEGIATAN
    • SIARAN PERS
    • PENELITIAN
    • LAPORAN
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Tahunan
      • Pembelajaran Program
  • Donasi
No Result
View All Result
LP2M
  • Tentang
  • Agenda
  • Kontak
  • Publikasi
    • INFO KEGIATAN
    • SIARAN PERS
    • PENELITIAN
    • LAPORAN
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Tahunan
      • Pembelajaran Program
  • Donasi
No Result
View All Result
LP2M
Home Publikasi Info Kegiatan

Melihat Praktik Penerapan MTOT dengan Ekoenzim di Lahan Hortikultura dan Belajar dari Petani Milenial

30/09/2026 | 12:11 WIB

Kefamenanu | lp2m.or.id — Memasuki hari terakhir pertukaran pengetahuan lanjutan antara Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Jumat (25/9), delegasi kembali turun ke lapangan untuk melihat penerapan Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) pada tanaman hortikultura.

Kunjungan dilakukan ke lahan milik Paskalis Kefi di Banain A. Paskalis merupakan salah seorang peserta pertukaran pengetahuan yang sebelumnya mengikuti pembelajaran MTOT di Pesisir Selatan. Di lahan yang berada di kawasan dengan kondisi relatif kering dan akses jalan tanah tersebut, Paskalis menunjukkan praktik MTOT yang mulai diterapkannya pada kebun sayuran.

Jerami dimanfaatkan sebagai mulsa untuk membantu menjaga kelembapan tanah. Jerami yang tersedia di lahan tidak dibakar atau dibuang, melainkan dimanfaatkan kembali sebagai penutup permukaan tanah. Sebelum penanaman, Paskalis menggunakan pupuk Pokasi sebagai input awal. Selanjutnya, sekitar 15 hari setelah tanam, tanaman direncanakan disemprot menggunakan ekoenzim yang juga dimanfaatkan sebagai stimulan.

Praktik tersebut menjadi salah satu contoh penerapan pengetahuan yang dibawa dari proses pembelajaran di Pesisir Selatan dan mulai dicoba pada kondisi lahan TTU.

Memanfaatkan Bahan Organik di Sekitar Lahan

Di lokasi yang sama, petani dari Banain C bersama Komunitas Ekoenzim mendemonstrasikan pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar.

Bahan tersebut difermentasi sebelum digunakan sebagai input pertanian dan diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada tanah. Demonstrasi ini memperlihatkan bagaimana bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi input pertanian yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani.

Pemanfaatan bahan lokal tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian yang harus dibeli, sekaligus membuka ruang bagi petani untuk mengembangkan kebutuhan pertaniannya berdasarkan sumber daya yang tersedia di sekitar lahan.

Berbagi Pengalaman di Tengah Masyarakat

Setelah kunjungan ke lahan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan berdialog dan bersilaturahmi bersama masyarakat di Kantor Desa Banain C. Kedatangan delegasi disambut melalui upacara adat dan jamuan makan siang yang disiapkan masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Pessel turut membagikan pengalaman penerapan MTOT. Darmini, petani perempuan dari Sungai Gayo Lumpo, Pesisir Selatan, menyampaikan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya dalam menerapkan metode tersebut di lahan.

Pertemuan menjadi ruang bagi petani dari kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman mengenai praktik pertanian, termasuk bagaimana suatu metode diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing.

Belajar dari Petani Milenial

Rangkaian pembelajaran kemudian berlanjut melalui dialog bersama petani di Banain A. Pertemuan tersebut dipandu oleh Stanish Lausia, salah seorang petani milenial setempat.

Stanish berbagi pengalaman mengenai pilihannya untuk bertani di daerah sendiri serta melihat pengelolaan lahan sebagai salah satu peluang ekonomi. Menurutnya, bertani tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga dapat menjadi pilihan penghidupan bagi generasi muda ketika lahan dan potensi pertanian di daerah dikelola secara serius.

Ia juga mengajak anak muda lainnya untuk terlibat dalam pengelolaan lahan. Dari proses tersebut, Stanish mulai membentuk kelompok yang kini beranggotakan sekitar 20 orang.

Bagi Stanish, keputusan untuk bertani di daerah sendiri menjadi salah satu pilihan untuk memperoleh penghasilan sekaligus mengembangkan potensi pertanian bersama generasi muda. Pengalaman tersebut menjadi bagian lain dari pembelajaran bagi delegasi Pessel, terutama dalam melihat keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan sektor pertanian di TTU.

Menutup Tiga Hari Pertukaran Pengetahuan

Tiga hari pertukaran pengetahuan antara Pessel dan TTU memperlihatkan bahwa proses pembelajaran berlangsung lebih dari sekadar kunjungan dan penyampaian materi. Pengetahuan yang dibawa dari Pesisir Selatan mulai dicoba pada lahan petani TTU, sementara pengalaman TTU dalam pemanfaatan ekoenzim menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh petani Pessel.

Pertemuan langsung di lahan, dialog antarpelaku, serta pengalaman petani milenial menjadi bagian dari proses saling belajar untuk melihat bagaimana praktik pertanian dapat disesuaikan dengan kondisi lokal.

Melalui rangkaian kunjungan tersebut, pertukaran pengetahuan tidak berhenti pada apa yang dipelajari selama kegiatan, tetapi berlanjut pada upaya mencoba, mendiskusikan, dan menyesuaikan praktik dengan kebutuhan petani dan kondisi masing-masing wilayah.

Timor Tengah Utara, 24   September 2026

Baca Juga

Info Kegiatan

Turun ke Sawah dan Sekolah, Petani Pesisir Selatan dan TTU Berbagi Ilmu MTOT dan Ekoenzim

30/09/2026 | 11:48 WIB
Info Kegiatan

Hari Pertama di TTU, Delegasi Pesisir Selatan Belajar Ketangguhan Petani Lahan Kering dan Tata Kelola SDGs

30/09/2026 | 11:16 WIB
Info Kegiatan

Panen Minapadi di Nagari Paninjauan : Bersama Petani Melihat Potensi dan Pembelajaran dari Demplot Sekolah Lapangan

15/09/2026 | 12:49 WIB

LP2M

  • Tentang
  • Team
  • Kontak
  • Donasi

Copyright ©  Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M)
Didukung oleh: TrayDigita Kreasi Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tentang
  • Agenda
  • Kontak
  • Publikasi
    • INFO KEGIATAN
    • SIARAN PERS
    • PENELITIAN
    • LAPORAN
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Tahunan
      • Pembelajaran Program
  • Donasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.