Padang | lp2m.or.id-Kelompok Mina Padi di Nagari Paninjauan kembali melaksanakan pertemuan rutin yang difokuskan pada kegiatan penanaman padi di lahan Sekolah Lapang (SL) Mina Padi. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam penerapan sistem mina padi, yaitu model pertanian terpadu yang mengombinasikan budidaya padi sawah dengan budidaya ikan dalam satu hamparan lahan.
Sistem mina padi tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga memberikan peluang tambahan pendapatan bagi petani melalui hasil panen ikan. Selain itu, integrasi antara padi dan ikan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem sawah, mengurangi penggunaan bahan kimia, serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan pertanian.
Pada kegiatan penanaman kali ini, peserta tidak hanya melakukan praktik budidaya, tetapi juga menerapkan beberapa perlakuan penanaman yang berbeda sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengamatan lapangan. Perlakuan tersebut meliputi p
enggunaan metode MTOT dengan jarak tanam 30 x 30 cm dan 50 x 50 cm, serta penanaman tanpa jerami dengan jarak tanam 30 x 40 cm dan 50 x 50 cm.

Berbagai perlakuan tersebut diterapkan untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman padi, kondisi lahan, serta efektivitas sistem mina padi yang sedang dikembangkan. Hasil pengamatan nantinya akan menjadi bahan pembelajaran bersama bagi kelompok dalam menentukan praktik budidaya yang paling sesuai dengan kondisi lokal.
Melalui Sekolah Lapang Mina Padi, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar langsung melalui praktik dan pengamatan di lapangan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani dalam mengembangkan sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat di Nagari Paninjauan.
Kabupaten Agam, 23 Mei 2026



