Padang | lp2m.or.id—Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap 29 Juni menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang sehat, adil, dan berdaya. Di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks, keluarga tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat tinggal bersama, tetapi juga sebagai ruang pertama yang membentuk karakter, nilai, dan cara pandang setiap anggota keluarga. Komunikasi yang terbuka, relasi yang setara, serta lingkungan yang aman menjadi faktor penting dalam menciptakan keluarga yang mampu mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk perkawinan anak, kekerasan dalam rumah tangga, hingga diskriminasi berbasis gender.
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional tahun ini, LP2M bersama Konsorsium PERMAMPU menyelenggarakan kegiatan secara hybrid yang melibatkan perwakilan Keluarga Pembaharu dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah dampingan lembaga anggota Konsorsium PERMAMPU. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama sekaligus berbagi pengalaman mengenai praktik-praktik baik dalam membangun keluarga yang lebih inklusif, setara, dan responsif terhadap kebutuhan setiap anggota keluarga.
Memperkuat Peran Orang Tua Melalui Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi
Salah satu fokus utama dalam peringatan Harganas kali ini adalah penguatan kapasitas orang tua melalui Panduan Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) bagi Anak. Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak, termasuk dalam memberikan informasi yang benar mengenai tubuh, relasi yang sehat, batasan diri, hingga perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.
Masih banyak orang tua yang menganggap pembahasan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi sebagai hal yang tabu. Akibatnya, anak sering kali mencari informasi dari sumber yang belum tentu benar, sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual, eksploitasi, maupun perkawinan anak. Melalui panduan ini, orang tua didorong untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak. Komunikasi yang sehat tidak hanya memperkuat hubungan emosional dalam keluarga, tetapi juga membantu anak tumbuh dengan rasa percaya diri, mampu mengenali risiko, serta berani menyampaikan pengalaman ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Forum Keluarga Pembaharu sebagai Ruang Belajar Bersama
Selain penguatan kapasitas orang tua, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya Forum Keluarga Pembaharu sebagai wadah belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan antar keluarga. Forum ini diharapkan menjadi ruang yang mampu memperluas praktik-praktik baik dalam membangun relasi keluarga yang lebih demokratis, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan. Melalui forum tersebut, keluarga tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk saling belajar dari pengalaman nyata keluarga lain dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan, pembagian peran domestik, hingga komunikasi antaranggota keluarga.
Salah satu anggota Keluarga Pembaharu dari Kabupaten Padang Pariaman, Rosneli, mengaku merasakan perubahan yang nyata setelah mengikuti proses pembelajaran tersebut.
“Dalam Keluarga Pembaharu kami diajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak dan suami. Sekarang kami lebih terbuka dan bisa lebih baik dalam membagi tugas pengasuhan,” ujar Rosneli.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perubahan menuju keluarga yang lebih setara dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti membangun komunikasi yang saling mendengarkan, menghargai pendapat setiap anggota keluarga, dan berbagi tanggung jawab dalam pengasuhan maupun pekerjaan rumah tangga.
Mewujudkan Keluarga sebagai Ruang Aman bagi Semua
Keluarga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ketika komunikasi dibangun dengan keterbukaan, kepercayaan, dan penghormatan terhadap hak setiap anggota keluarga, maka keluarga akan menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, serta praktik-praktik yang merugikan anak dan perempuan.
Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ini, LP2M bersama Konsorsium PERMAMPU terus mendorong penguatan kapasitas keluarga sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan gender. Harapannya, semakin banyak keluarga yang mampu menghadirkan rumah sebagai ruang yang aman, hangat, dan setara, tempat setiap anak dapat tumbuh, belajar, serta mengembangkan potensinya tanpa rasa takut, kekerasan, maupun diskriminasi. Karena keluarga yang kuat tidak hanya dibangun melalui ikatan darah, tetapi juga melalui komunikasi yang terbuka, relasi yang saling menghargai, dan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua.

Padang, 29 Juni 2026
Dokumentasi dan data lapangan dihimpun oleh Faiz Jiyad Mesandaffa




