Padang | lp2m.or.id —Kulit buah yang sering kali dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan. Melalui praktik pembuatan Eco Enzyme, Kelompok Suko dan Kelompok Bunga Setangkai di Kota Padang belajar memanfaatkan limbah organik menjadi cairan serbaguna yang dapat mendukung perawatan tanaman sekaligus mengurangi timbulan sampah organik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendampingan masyarakat yang difasilitasi LP2M dalam mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.
Pelatihan dipandu oleh Bapak Syaifuddin Islami, dosen Fakultas Pertanian Universitas Taman Siswa sekaligus penggerak pertanian organik dan pengelolaan limbah organik di Sumatera Barat. Selama pelatihan, peserta mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan Eco Enzyme menggunakan limbah kulit buah yang selama ini umumnya berakhir sebagai sampah rumah tangga.
Eco Enzyme yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung perawatan tanaman maupun berbagai kebutuhan rumah tangga sesuai dengan cara penggunaan dan tingkat pengenceran yang tepat. Praktik ini tidak hanya memberikan nilai tambah terhadap limbah organik, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah sehingga lebih hemat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Pengelolaan limbah organik memiliki kaitan erat dengan upaya mitigasi perubahan iklim. Kulit buah yang dibiarkan membusuk di tempat pembuangan akhir dalam kondisi minim oksigen berpotensi menghasilkan gas metana (CH₄), salah satu gas rumah kaca yang memiliki daya pemanasan global lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida. Mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi dampak tersebut sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, LP2M mendorong peran aktif perempuan sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pengetahuan dan keterampilan mengolah limbah organik menjadi Eco Enzyme diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi bagian dari aksi kolektif masyarakat dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Jumat, 10 Juli 2026



