Padang | lp2m.or.id- Sekolah Lapang (SL) Mina Padi Nagari Paninjauan menggelar pertemuan rutin dengan tema “Pakan Alternatif pada Sistem Budidaya Mina Padi”. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Agam dan diikuti oleh 20 anggota dari lima kelompok tani yang tergabung dalam SL Mina Padi dan juga dihadiri dua orang dari Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Agam.
Pada pertemuan tersebut, Desmi Elinda dari Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Agam menjelaskan pentingnya pemanfaatan pakan alternatif untuk mendukung usaha budidaya ikan. Menurutnya, biaya pakan dapat mencapai sekitar 70 persen dari total biaya produksi budidaya ikan, sementara harga pakan komersial terus mengalami kenaikan dan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar.
Melalui sesi diskusi dan pemaparan materi, peserta diperkenalkan pada berbagai alternatif pakan yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pakan utama. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Selain menjadi ruang belajar, pertemuan rutin ini juga menjadi wadah komunikasi antara petani dan pemerintah. Dinas Perikanan dan Pangan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendengarkan langsung berbagai kebutuhan, tantangan, dan persoalan yang dihadapi petani dalam budidaya ikan. Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan masukan dalam perencanaan program dan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi masyarakat Nagari Paninjauan yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil benih ikan di Kecamatan Tanjung Raya, informasi mengenai pakan alternatif memiliki nilai strategis. Ketersediaan pilihan pakan yang lebih beragam dapat membantu petani menjaga keberlanjutan usaha budidaya di tengah meningkatnya biaya produksi.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung pembangunan pertanian dan perikanan yang berkelanjutan. Melalui kerja sama antara kelompok tani, pemerintah daerah, dan LP2M, Sekolah Lapang Mina Padi tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga ruang dialog untuk membangun solusi bersama.
Salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Sekolah Lapang Mina Padi.
“Dengan ada SL ini yang didampingi LP2M, kami jadi bisa bicara langsung dengan Dinas Perikanan dan Pangan sehingga Dinas juga tahu bagaimana kondisi kami di sini,” ungkapnya.
Melalui pertemuan rutin seperti ini, petani tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan akses yang lebih dekat kepada sumber informasi, pendampingan, dan dukungan program yang dapat membantu pengembangan usaha budidaya ikan di tingkat masyarakat.
Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam , 15 Juni 2026



